Selasa, 17 September 2019

Gunung Agung Meletus, Ini 9 Rekomendasi PVMBG

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap dan abu vulkanik menyembur dari puncak Gunung Agung, terpantau dari Tulamben, Bali, 21 November 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Agung meletus pukul 17.05 Wita dengan ketinggian asap mencapai 700 meter. AP Photo/Wayan Wijaya

    Asap dan abu vulkanik menyembur dari puncak Gunung Agung, terpantau dari Tulamben, Bali, 21 November 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Agung meletus pukul 17.05 Wita dengan ketinggian asap mencapai 700 meter. AP Photo/Wayan Wijaya

    TEMPO.CO, JakartaGunung Agung telah meletus hari ini pada pukul 17.05 WITA. Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan hingga kini masih terus berlangsung. “Masyarakat tetap tenang namun senantiasa mengikuti rekomendasi PVMBG dalam Status Level III (Siaga),” ujar Kepala PVMBG Kasmani dalam siaran pers, Selasa, 21 November 2017.

    Masyarakat di sekitar Gunung Agung serta para pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak diperkenankan berada dan melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya. Zona tersebut meliputi area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung. Wilayah berbahaya juga diperluas secara sektoral ke arah Utara-Timur laut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 kilometer.

    Baca juga: PVMBG: Gunung Agung di Bali Meletus

    Kasbani mengatakan, Zona Perkiraan Bahaya ini sifatnya dinamis dan terus dievaluasi. Ia mengatakan zona tersebut dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data dari hasil pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

    Jika erupsi terjadi, kata Kasbani, maka potensi bahaya lain yang dapat terjadi adalah hujan abu lebat yang melanda seluruh Zona Perkiraan Bahaya. Hujan itu dapat meluas dampaknya ke luar Zona Perkiraan Bahaya bergantung pada arah dan kecepatan angin. “Diharapkan agar hal ini dapat diantisipasi sejak dini terutama dalam menentukan lokasi pengungsian,” ujar Kasbani.

    Potensi bahaya dari abu vulkanik yaitu mengakibatkan gangguan pernapasan akut atau ISPA pada manusia. Maka masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Agung maupun di Pulau Bali, diimbau menyiapkan dan menggunakan masker penutup hidung serta mulut. Juga memakai pelindung mata untuk mengantisipasi potensi bahaya abu vulkanik.

    PVMBG menyarankan masyarakat membuat jaringan komunikasi melalui telepon seluler seperti grup WhatsApp. Kasbani juga mengatakan, Pemerintah Daerah beserta jajarannya maupun BNPB harus membantu dalam membangun komunikasi melalui radio terintegrasi untuk mengatasi keterbatasan sinyal telepon seluler di antara pihak-pihak terkait mitigasi bencana letusan Gunung Agung.

    Seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan juga dihimbau untuk terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Agung secara rutin. Menurut Kasbani, hal tersebut karena data pengamatan dapat berubah dengan cepat sehingga upaya preventif untuk menjamin keselamatan udara dapat dilakukan.

    Baca juga: PVMBG: Gempa Karangasem Picu Aktivitas Gunung Agung

    Seluruh pihak, kata Kasbani, perlu menjaga kondusivitas suasana di Pulau Bali. “Tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Agung yang tidak jelas sumbernya,” kata Kasbani.

    PVMBG mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem dalam memberikan informasi tentang aktivitas Gunung Agung.

    Untuk memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi soal Gunung Agung, dapat diakses melalui https://magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan juga dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

    RIANI SANUSI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.