Idrus Marham: Setya Novanto Ikhlas Soal Posisi di DPR dan Golkar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) bersama Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di kantor Dewan Pengurus Pusat  Golkar, Jakarta, 20 Oktober 2017. TEMPO/Putri.

    Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) bersama Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di kantor Dewan Pengurus Pusat Golkar, Jakarta, 20 Oktober 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setya Novanto mengatakan telah ikhlas melepas jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini disampaikan Setya kepada Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

    Menurut penuturan Idrus, Setya menyampaikan hal tersebut beberapa hari sebelum ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan korupsi e-KTP yang disangkakan padanya.

    Baca: Setya Novanto Minta Perlindungan, Jokowi: Ikuti Proses Hukum

    "Saya terus terang saja, satu dua tiga hari sebelumnya itu, secara pribadi dari hati ke hati Pak Nov sudah menyampaikan kepada saya, ya bahwa kalau memang proses perjalanannya seperti ini, dia ikhlaskan semua," tutur Idrus di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017.

    Setya, seperti disampaikan Idrus, menyatakan ikhlas mengikuti mekanisme yang ada ihwal posisinya sebagai orang nomor satu di parlemen dan di partai berlambang pohon beringin ini.

    "Pak Nov tidak akan melakukan sesuatu yang menghambat mekanisme baik di Golkar maupun di DPR. Itu yang disampaikan kepada saya," ujarnya.

    Setya Novanto resmi ditahan KPK pada Ahad, 19 November 2017. KPK menahan Setya setelah membantarkannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter Ikatan Dokter Indonesia. Setya menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP yang diduga merugikan negara Rp 2 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komponen Lokal Mobil Esemka Bima, Mesin Masih Impor dari Cina

    Mobil Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. adalah dua model pikap yang diluncurkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada Jumat, 6 September 2019.