Setya Novanto Ditahan, MKD Agendakan Gelar Rapat Pimpinan

Reporter

Sarifuddin Sudding

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (MKD) akan menggelar rapat pimpinan terkait ditahannya Ketua DPR Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Wakil Ketua MKD Syarifuddin Sudding mengatakan dirinya telah berinisiatif kepada beberapa pimpinan MKD untuk menggelar rapat membahas posisi Setya Novanto.

"Hari ini melakukan rapat pimpinan, nah dari rapat pimpinan kemudian nanti ke rapat internal," ujar Sudding di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 20 November 2017.

Saat ditanya awak media apakah MKD akan mengambil langkah tegas terkait Setya Novanto, Sudding tidak menampik kemungkinan tersebut. Menurut dia, kasus Setya Novanto telah menyangkut masalah harkat dan martabat dalam kehormatan Dewan. "Saya kira memang tidak bisa dihindari, apalagi dalam posisinya sebagai ketua," ucapnya.

Baca: Setya Novanto Ditahan, Jokowi Menyerahkan pada Mekanisme di DPR

Sudding menilai, dalam kasus Setya Novanto, seorang anggota termasuk pimpinan harus menjaga harkat dan martabat kehormatan Dewan. Dia mengatakan kasus hukum yang menyeret Setya Novanto mengarah kepada pelanggaran kode etik sebagai anggota Dewan. "Memang kuat dugaan sudah terjadi pelanggaran sumpah jabatan di situ," tuturnya.

Menurut Sudding rapat pimpinan akan diteruskan ke rapat internal MKD. Selanjutnya, kata dia, MKD akan melakukan rapat dengan para pimpinan fraksi di DPR. "Kira-kira besok, mudah-mudahan," katanya.

Simak: Posisi Setya Novanto di Golkar di UjungTanduk

Sudding berpendapat, setelah ditahan KPK, Setya Novanto sudah tidak bisa lagi bekerja sebagai pimpinan DPR. Menurut dia, dalam hal ini dapat dilakukan pergantian pimpinan DPR sesuai dengan Undang-Undang MD3 Pasal 37 dan 87. "Di mana yang bersangkutan tidak melaksanakan tugasnya secara berkelanjutan dan atau 3 bulan secara berturut-turut tidak dapat melaksanakan tugasnya, disebutkan di situ," katanya.

Sebelumnya, KPK membawa Setya Novanto ke Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Ahad, 19 November 2017. KPK memindahkan Setya setelah sebelumnya membantarkan Ketua Umum Partai Golkar itu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. KPK menetapkan Setya sebagai tersangka dalam perkara korupsi e-KTP pada Jumat dua pekan lalu.

Lihat: Setya Novanto: Saya Tak Sangka Ditahan Tengah Malam

Orang nomor satu di Partai Golkar ini ditahan setelah sebelumnya dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebab, KPK yang berupaya menjemput paksa Setya pada Rabu pekan lalu namun gagal karena tuan rumah keburu pergi.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Perlu jalan panjang bagi komisi antirasuah untuk bisa membawa Setya ke markas KPK.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

20 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Puan Maharani Sempat Diadukan ke MKD, Apa Fungsi Mahkamah Kehormatan Dewan Ini?

20 hari lalu

Puan Maharani Sempat Diadukan ke MKD, Apa Fungsi Mahkamah Kehormatan Dewan Ini?

Puan Maharani sempat diadukan ke MKD buntut perayaan ulang tahun saat rapat dan buruh menolak kenaikan harga BBM di luar gedung DPR. Apa tugas MKD?


Apa Tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)?

37 hari lalu

Apa Tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)?

MKD memanggil Menkopolhukam Mahfud Md dan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso terkait Kasus Irjen Ferdy Sambo. Lantas apa tugas dari MKD?


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

53 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.