Kapolri Akui, Penyandera Warga di Papua Kuasai Medan

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Berharap Banyak Polwan Menjadi Kapolda

    Kapolri Berharap Banyak Polwan Menjadi Kapolda

    TEMPO.CO, Jakarta -Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengakui anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua menguasai medan dan memiliki kekuatan fisik tangguh."Mereka menguasai medan, fisik mereka terbiasa di ketinggian juga. Itu ketinggian kan hampir 2.000 mdpl mungkin, cukup berat di sana," kata Jenderal Tito di Mabes Polri, Jakarta Jumat 17 November 2017.

    Menurut Tito, jumlah pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan untuk mengamankan lokasi penyanderaan dinilai sudah mencukupi. Namun situasi yang terjadi di Kampung dan Kimbely, Distrik Tembagapura tersebut layak disebut sebagai penyanderaan.

    "Katanya tidak disandera, tetapi apa istilahnya untuk menggantikan situasi dimana masyarakat tidak boleh keluar dari situ dengan ancaman." kata Tito.

    Hanya bedanya, menurut Tito, mereka tidak diikat tangan kakinya, sama saja dalam bahasa hukum itu namanya penyanderaan, perampasan kemerdekaan, tidak memperbolehkan orang lain untuk melakukan mobilitas sebebas-bebasnya, sekeinginan dia, sekehendak dia. " Itu namanya perampasan kemerdekaan," kata dia.

    Dalam usaha untuk mengakhiri situasi tersebut, Satgas gabungan Polri-TNI berusaha sekuat tenaga untuk melakukan langkah persuasif.

    Tito berusaha agar penyanderaan dapat berakhir tanpa ada korban dari pihak manapun. Meski begitu, Polri akan melakukan tindakan tegas jika segala langkah persuasif tidak berhasil."Kalau cara persuasif tidak bisa dilakukan dan buntu, maka tidak mungkin akan kami diamkan. Negara tidak boleh kalah," katanya.

    Tito mengingatkan tindakan tegas dapat menimbulkan risiko yaitu jatuhnya korban. Meskipun demikian jika hal tersebut jadi dilakukan, pihaknya akan berusaha memperkecil jumlah korban.

    Sebanyak 1.300 orang warga sipil dijadikan sandera oleh KKB di sekitar Kampung Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

    Hingga saat ini polisi telah menetapkan 21 anggota KKB masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror di Tembagapura, Mimika.

    Berdasarkan nama DPO yang dipublikasikan oleh akun media sosial Instagram Divisi Humas Polri pada Minggu 12 November 2017, mereka adalah Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, dan Jack Kemong. Kemudian Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, dan Yumando Waker alias Ando Waker. Selanjutnya Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, serta Gandi Waker.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.