Tjahjo: Lagu Dari Sabang Sampai Merauke Terwujud di Era Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengklaim harapan dan cita-cita yang terkandung dalam syair lagu wajib Dari Sabang Sampai Merauke ciptaan R. Suharjo segera terwujud di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    Dari Sabang Sampai Merauke (yang liriknya) Indonesia berjajar pulau-pulau sambung menyambung menjadi satu itu segera terwujud,” ujar Tjahjo Kumolo di sela seminar nasional dan bedah buku "Bela Negara dan Kebangkitan Pemuda” di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.

    Baca: Menteri Basuki Jelaskan Alasan Meningkatnya Anggaran Infrastruktur

    Tjahjo menuturkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang sudah memasuki tahun ketiga  terus mengebut pemerataan pembangunan infrastruktur yang selama ini dinilai sebagai penghambat pertumbuhan perekonomian. Seluruh pembangunan infrastruktur  ditarget selesai pada akhir 2018.

    Misalnya, target pembangunan 48 waduk besar, 2.000 embung skala kecil-sedang, percepatan pembangunan jalur kereta api mulai dari Lampung hingga Aceh (Trans Kereta Api Sumatera), Jawa Utara-Jawa Selatan, tol Trans Sulawesi , Trans Sumatera, Trans Kalimantan, hingga Papua.

    “Saya sudah keliling dan ikut mengecek langsung, pembangunan infrastruktur itu terjadi amat pesat di berbagai wilayah,” ujar Tjahjo.

    Simak: Responden Empat Survei Memuji Program Infrastruktur Jokowi

    Tjahjo menuturkan, daerah-daerah terpencil dan terluar Indoesia telah menjadi fokus untuk dikebut dengan pembangunan infrsatruktur guna memudahkan distribusi barang dan jasa sebagai penggerak utama perekonomian. Misalnya, bandara bandara kecil serta pelabuhan laut.

    Tjahjo menambahkan ia telah juga berkeliling melihat percepatan pembangunan infrsatruktur itu dari Pulau Rondo ke Belawan, lalu masuk ke Natuna, Entikong-Sanggau lalu lanjut ke Pulau Sebatik, Nunukan. Percepatan pembangunan Pulau Muratara, Sangihe Talaut, Bitung, hingga Morotai, Merauke, Atambua dan Malaka juga dia lihat.

    Lihat: Tiga Tahun Jokowi-JK, MPR Puji Pembangunan Infrastruktur

    Tjahjo menambahkan sejak era awal kepemimpinan mantan Presiden Soeharto atau saat Orde Baru berkuasa, masih ada dua persoalan besar yang belum terselesaikan sampai saat ini. Yakni penyediaan papan juga pangan. “Kalau sandang sudah, tapi pangan dan papan ini belum merata,” ujar Tjahjo.

    Belum meratanya pangan dan papan karena salah satunya dipicu masih timpangnya sarana infrastruktur satu daerah dengan lainnya sehingga konektivitas antar daerah rendah.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.