Di Majalengka, Bahaya Narkoba Masuk Kurikulum Sekolah

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan menunjukkan barang bukti penangkapan jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu, di Polda Metro Jaya, Jakarta, 8 Oktober 2017. Pengedaran narkoba tersebut berkedok toko obat yang tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan di Koja. ANTARA

    Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan menunjukkan barang bukti penangkapan jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu, di Polda Metro Jaya, Jakarta, 8 Oktober 2017. Pengedaran narkoba tersebut berkedok toko obat yang tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan di Koja. ANTARA

    TEMPO.CO, MAJALENGKA -– Polres Majalengka melakukan inisasi masuknya pencegahan dan bahaya narkoba pada kurikulum sekolah di Kabupaten Majalengka. Upaya pencegahan lebih penting dibandingkan penindakan untuk kasus narkoba.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Polres bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menandatangani nota kesepahaman untuk memasukkan pelajaran pencegahan dan bahaya narkoba ke SMP dan SMA yang ada di daeraht ersebut. “Saat ini memang baru tingkat SMP dan SMA dulu,” kata Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi Mada Rostanto, Selasa, 24 Oktober 2017.

    Nantinya, semua tingkatan sekolah di Kabupaten Majalengka akan mendapatkan kurikulum yang sama. Selanjutnya kurikulum pencegahan dan bahaya narkoba ini akan diselipkan pada mata pelajaran pendidikan jasmani.

    Anggota kepolisian bersama dengan guru akan bersama-sama memberikan pengetahuan dan pelajaran mengenai bahanyanya mengonsumsi narkoba. Dengan begitu diharapkan wawasan anak-anak sekolah akan semakin terbuka dan mereka memiliki kaki yang kuat untuk mencegah mereka terjerumus mengonsumi narkoba.

    BACA:Sri Mulyani Beberkan Alasan RI Jadi Target Sindikat Narkoba  

    Kapolda Jawa Barat, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto, mengaku akan memerintahkan kepada jajaran Polres yang ada di Jawa Barat untuk mencontoh langkah inisiasi yang dilakukan oleh Polres Majalengka. “Paling tidak nantinya anak-anak kita bisa membentengi diri dari pengaruh narkoba,” kata Agung.

    Langkah yang dilakukan Polres Majalengka ini menurut Agung sebagai upaya untuk menjabarkan instruksi presiden bahwa bangsa Indonesia harus berani perang melawan narkoba. “Kalau konteks penegakan hukum tentu Polri dan BNN,” kata Agung.

    Namun ada yang lebih penting, yaitu upaya preventif atau pencegahan. “Mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Agung. Dengan memasukkan pencegahan dan bahaya narkoba dalam kurikulum di setiap sekolah di Jawa Barat, maka diharapkan bisa menekan peredaran narkoba tersebut.

    Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi, juga menyambut baik kerja sama antara Polres dan Pemkab Majalengka tersebut. “Ini juga merupakan komitmen dari kami, yaitu memberantas narkoba di wilayah Kabupaten Majalengka,” tegas Karna. Karna pun meminta dukungan kepada semua pihak, baik sekolah, keluarga hingga masyarakat luas untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap peredaran narkoba di kabupaten Majalengka. IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.