Pilkada Jatim, Khofifah: Koordinasi dengan Partai, Baru Mundur

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khofifah Indar Parawansa bersama para kiai di Jawa Timur di sela-sela pertemuan tertutup di pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad, 15 Oktober 2017. Pertemuan itu membahas dukungan kiai pada Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Khofifah Indar Parawansa bersama para kiai di Jawa Timur di sela-sela pertemuan tertutup di pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad, 15 Oktober 2017. Pertemuan itu membahas dukungan kiai pada Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi kontestan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Timur 2018, Menteri Sosial Khofifah belum menentukan waktu mengundurkan diri dari jabatannya. Menurut Khofifah, soal pengunduran diri itu menjadi urusannya dan partai-partai pengusungnya.

    "Pokoknya selesain dulu seluruh koordinasi dengan partai (baru mundur)," kata Khofifah saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 23 Oktober 2017.

    Baca: Mengapa PDIP Yakin Emil Dardak Tak Jadi Wakil Khofifah

    Khofifah sudah punya kendaraan politik, yaitu Partai NasDem, untuk bertarung dalam pilkada Jawa Timur. Namun, hingga saat ini, ia belum memberitahukannya secara resmi kepada Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi pun menuturkan Khofifah baru memberikan pernyataan lisan.

    Khofifah menyatakan tidak akan terburu-buru untuk mundur. “Batas akhir pendaftaran masih jauh, sekitar Januari,” ujarnya.

    Baca juga: Emil Dikabarkan Digandeng Khofifah, Begini...

    Ditanyai, apakah Khofifah akan mendaftar menjelang tenggat waktu untuk kontestan pilkada Jawa Timur 2018, ia tidak membantah atau membenarkan. Menurut dia, yang terpenting urusan dengan partai beres dulu.

    "Pokoknya saya clear-kan dulu ya (urusan dengan) partai-partai." 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.