Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Dikabarkan Ditolak Masuk AS

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara tabur bunga dalam rangka HUT ke-72 TNI. Tabur bunga dilakukan dengan KRI Soeharso di Selat Sunda, 3 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara tabur bunga dalam rangka HUT ke-72 TNI. Tabur bunga dilakukan dengan KRI Soeharso di Selat Sunda, 3 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dikabarkan ditolak masuk ke Amerika Serikat. Gatot Nurmantyo seharusnya terbang ke Amerika Serikat pada 21 Oktober 2017 menggunakan maskapai penerbangan Emirates EK 0357.

    Penolakan tersebut dikabarkan diketahui beberapa saat sebelum pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, lewat keterangan pers yang diterima Tempo mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Amerika untuk meminta klarifikasi terkait dengan kejadian tersebut.

    Baca juga: KedaiKOPI: Elektabilitas Gatot Nurmantyo untuk Cawapres Tinggi

    "Mengingat Dubes Amerika Serikat sedang tidak di Jakarta, Wakil Dubes AS juga telah dipanggil untuk ke Kemlu besok guna memberikan keterangan," kata Arrmanatha Nasir.

    Kabar ditolaknya Gatot ke Amerika Serikat beredar lewat pesan pendek. Dalam pesan tersebut dikabarkan pemberitahuan penolakan disampaikan pihak maskapai Emirates atas permintaan otoritas keamanan dalam negeri Amerika.

    Jenderal Gatot Nurmantyo akan bertolak ke Amerika dalam rangka memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford Jr.

    Gatot dan Joseph Durford Jr. dikabarkan saling bersahabat. Dia sangat menghormati koleganya tersebut, yang usianya di atas Gatot itu. Acara yang akan dihadiri Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Amerika tersebut, yakni Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations (VEOs), yang akan dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

    Hingga berita ini diturunkan, Tempo belum bisa mendapat konfirmasi dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo maupun Kepala Puspen TNI.

    Artikel Populer:  Pak Anies, Pejabat Daerah Tak Bisa Diistimewakan di Jalan

    Simak: Larangan Dicabut, Gatot Nurmantyo Bisa ke Amerika tapi...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.