Operasi Mata Kiri Novel Baswedan Hari Ini Ditunda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi penyidik KPK Novel Baswedan usai mendapat teror disiram air keras, di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. Dok. Istimewa

    Kondisi penyidik KPK Novel Baswedan usai mendapat teror disiram air keras, di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan operasi mata kiri Novel Baswedan, yang direncanakan hari ini, harus ditunda. Menurut Febri, dokter masih membutuhkan waktu untuk melakukan operasi tersebut.

    "Mungkin butuh waktu satu sampai dua bulan lagi," katanya, Jumat, 20 Oktober 2017. Sebab, proses pemulihan gusi yang terpasang di mata Novel belum merata.

    Baca juga: Novel Baswedan: Terima Kasih Atas Dukungan Masyarakat

    Pada 11 April 2017, penyidik KPK tersebut diserang orang yang tidak bertanggung jawab seusai salat subuh di masjid dekat rumahnya. Setelah penyerangan tersebut, kedua mata Novel mengalami gangguan.

    Febri mengatakan hingga pelaksanaan operasi, terapi akan rutin dilaksanakan. Selain memeriksa retina, dokter akan melakukan pengecekan glukoma.

    "Untuk mata kanan perkembangannya baik, tapi tetap harus dipasang hard lens untuk membantu penglihatan," ucapnya. Meskipun pemasangan lensa ini membuat penglihatan lebih jelas, menurut dokter, hal itu tidak boleh dilakukan selamanya.

    Pada 17 Agustus lalu, Novel Baswedan menjalani operasi besar pukul 08.15 waktu Singapura atau 07.15. Operasi yang ditangani dokter ahli gigi, dokter ahli glukoma, dokter ahli retina, dan dokter ahli mata itu berlangsung selama 4,5 jam. Operasi besar tahap pertama pada mata kiri penyidik KPK tersebut berlangsung dengan lancar dan berhasil.

    KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.