Novel Baswedan: Terima Kasih Atas Dukungan Masyarakat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh elemen masyarakat sipil atas dukungan terhadap penyelesaian kasus penyerangan yang dialaminya. Hal tersebut ia sampaikan dalam peringatan enam bulan kejadian penyerangan itu.

    "Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan perhatiannya dari semua elemen tentunya orang orang yang selama ini mendukung upaya pemberantasan korupsi," ujar Novel dalam video call saat dihubungi perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK, Dahnil Simanjuntak di Gedung KPK, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Baca: Kasus Novel Baswedan 6 Bulan Mandek, Jokowi Diminta Turun Tangan

    Novel menyampaikan harapannya agar penyelesaian kasusnya itu didukung dengan pembentukan tim gabungan pencari fakta untuk membantu pengusutan secara tuntas. Ia juga meminta berbagai pihak untuk merapatkan barisan dalam perjuangan melawan korupsi.

    "Kita tetap menjalankan perjuangan kita melawan korupsi dalam rangka mencegah korupsi karena ni adalah masalah besar ini bukan masalah kecil tentunya resiko menjadi hal yang tak terelakkan," kata Novel.

    Baca: Kata Mabes Polri Soal Pengusutan Kasus Novel Baswedan

    Kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi enam bulan lalu. Namun polisi belum mampu mengungkap pelaku penyerangan menggunakan air keras tersebut.

    Akibat penyerangan tersebut, kedua mata Novel Baswedan mengalami kerusakan. Bahkan mata kiri Novel harus menjalani operasi cangkok di Singapura karena kerusakan yang parah. Setelah menjalani perawatan selama hampir setengah tahun, penyidik kasus korupsi e-KTP itu dikabarkan akan segera bertugas kembali. Dalam waktu dekat, ia akan menjalani operasi tahap kedua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.