NasDem Persilakan Khofifah Pilih Wakilnya untuk Pilkada Jatim

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Johnny Plate (kiri) saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, 11 September 2017. Aditya Budiman/Tempo

    Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Johnny Plate (kiri) saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, 11 September 2017. Aditya Budiman/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Nasional Demokrat (NasDem) mempersilakan Khofifah Indar Parawansa memilih sendiri pendampingnya dalam pilkada Jawa Timur 2018. Khofifah merupakan bakal calon gubernur yang diusung NasDem untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur.

    "Kami menyerahkan kepada Ibu Khofifah. Kami memberikan kebebasan, karena chemistry cagub dan cawagub itu penting," kata Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johny G. Plate di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Selain diusung NasDem, Khofifah banjir dukungan dari Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrat. Jika kelima partai itu resmi berkoalisi, Khofifah maju dengan 37 kursi suara elektoral dalam pilgub mendatang.

    Baca: Demokrat Bahas Power Sharing dengan Khofifah

    Johny menyebutkan beberapa kriteria bakal calon wakil gubernur untuk mendampingi Menteri Sosial itu maju dalam pilgub Jawa Timur. Bakal cawagub, menurut dia, harus memiliki visi-misi yang sejalan dan memberikan efek elektoral kepada Khofifah.

    Kendati begitu, Johny tak menampik NasDem memiliki sejumlah kader yang dianggap bisa mendampingi Khofifah. Namun dia menekankan komitmen partainya memberikan keleluasaan kepada Khofifah untuk memilih bakal cawagub.

    Baca: Selain NasDem, 4 Partai Ini Dikabarkan Dukung Khofifah di Pilkada

    "Syukur kalau Ibu Khofifah memilih kader NasDem, itu suatu penghormatan terhadap kader kami. Tapi yang penting adalah Ibu Khofifah dan wakilnya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur," ujarnya.

    Sekjen NasDem ini mengatakan efek elektoral dalam pilkada Jawa Timur penting karena provinsi tersebut merupakan daerah strategis. Selain jumlah penduduknya besar, kata Johny, kebijakan gubernur terpilih Jawa Timur juga berpotensi berdampak ke kawasan Indonesia tengah, timur, dan barat.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.