Kamis, 15 November 2018

Jokowi: Banyak Akun Palsu Sebar Fitnah di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, 8 Oktober 2017. instagram.com

    Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, 8 Oktober 2017. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah isu yang tersebar di media sosial.  Masyarakat, kata Jokowi, harus menyaring dengan teliti mana yang benar dan mana yang bohong atau hoax.

    "Saya ingatkan kepada kita semua kalau ada isu-isu jangan langsung dimakan mentah mentah," kata Presiden Jokowi ketika silaturahim dengan ulama, tokoh masyarakat dan santri di Pondok Pesantren Al Karimiyah Kabupaten Sumenep, Minggu malam, 8 Oktober 2017.

    Baca juga: Saracen Punya 800 Ribu Akun Media Sosial, Berikut Aktivitasnya

    Jokowi menyebut medsos sekarang ini sudah menjadi gudangnya isu fitnah, kabar bohong. "Jangan membaca langsung emosi atau marah, padahal itu kabar tidak jelas siapa yang membuat karena akun palsu sekarang banyak sekali, hati-hati kita mencernanya," kata Presiden Jokowi.

    Jokowi menceritakan pengalamannya tentang berita yang menuduh dirinya sebagai antek asing.  "Saya jawab mereda, kemudian muncul lagi isu saya antek asing, saya jawab kemudian muncul lagi isu Presiden Jokowi diktator, wajah kayak gini diktator, apa ada gak wajah diktator di saya ini," katanya.

    Baca juga: Jokowi Minta Saracen Diusut Tuntas hingga Pemesan dan Donatur

    Menurut Jokowi, terakhir ia diisukan sebagai PKI. "Masya Allah, coba lihat di medsos, saya itu dijejerkan dengan DN Aidit waktu pidato tahun 1955, saya lahir saja belum, lahir saya tahun 1961, pidatonya tahun 1955, enggak masuk akal," katanya.

    Ia menyebutkan PKI dibubarkan tahun 1965, saat itu dirinya masih balita berumur 3-4 tahun, tidak masuk logika.  "Tapi ada juga yang percaya, logikanya kan enggak masuk akal, kemudian ganti lagi isu ke orangtua saya," katanya.

    Baca juga: Jokowi Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Hoax

    Jokowi menyebutkan isu-isu bohong dan fitnah itu berbahaya apalagi kalau sudah masuk kontestasi politik. "Ampun percoyo sing kados ngaten (jangan percaya pada hal begitu), dicek betul disaring betul," katanya.

    Namun, menurut Jokowi, banyaknya informasi termasuk yang tidak baik dapat menjadikan masyarakat makin dewasa dalam menyikapi informasi yang berkembang.

    Baca juga: Jokowi Ajak Media Perangi Berita Bohong

    "Ini menjadikan kita biasa menghadapi seperti itu dan yang penting semakin menjadikan masyarakat kita makin dewasa dan cerdas bahwa itu hanya bohongan, ' apus-apusan' saja sehingga masyarakat harus menyaringnya," kata Jokowi.

     Baca juga: Pemilu 2019: Jokowi Bisa Kalahkan Penantang Baru, Jika…


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.