Polisi Sebut Amunisi Senjata Impor untuk Melumpuhkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (

    KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail (kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengklarifikasi peredaran kabar adanya amunisi tajam dalam senjata impor milik Polri. Setyo mengatakan Mabes TNI akan segera mengeluarkan rekomendasi dengan catatan amunisi tajam.

    Ia menuturkan yang dimaksud dengan amunisi tajam adalah berisi logam kecil. "Peluru tabur istilahnya," ujarnya di Mabes Polri pada Jumat, 6 Oktober 2017. Amunisi itu diakui Setyo dititipkan di Mabes TNI.

    Bila nanti kepolisian membutuhkan amunisi tersebut, bisa digunakan dengan mekanisme yang sudah diatur. "Saya tegaskan sekali lagi, ini hanya untuk melumpuhkan, mengejutkan," ucapnya.

    Baca juga: BNN Bengkulu Akui Senjata di Bandara Fatmawati Miliknya

    Sebagai contoh, ketika ada seseorang yang bersembunyi di belakang tembok, kemudian ia ditembak, maka peluru tersebut hanya untuk mengejutkan dan membuat orang tersebut keluar dari persembunyiannya. "Selanjutnya, kita tangkap setelah dia keluar," tuturnya.

    Kisruh pengadaan senjata yang dilakukan Korps Brimob Polri telah membuat lembaga ini disorot publik. Impor senjata dan amunisi oleh Polri itu sempat tertahan di Bandar Udara Soekarno-Hatta karena belum mendapat izin dari Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan persoalan tersebut sudah bisa diselesaikan. Selain itu, ia menuturkan Markas Besar TNI akan segera mengeluarkan rekomendasi terkait dengan perizinan senjata tersebut.

    Baca juga: IPW Sarankan Kapolri untuk Mendata Senjata Api Anggotanya

    "Berkaitan dengan pengadaan senjata impor Polri (stand-alone grenade launcher/SAGL 40 x 46 milimeter), yang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, akan segera dikeluarkan rekomendasi dari Panglima TNI," katanya di kantornya, Jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.