HUT TNI, Ini Pahlawan Sebenarnya Menurut Jenderal Soedirman

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur F-16 TNI AU melakukan manuver udara dalam rangka kegiatan latihan gladi bersih, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 7 April 2017. Gladi Bersih ini dilaksanakan menjelang peringatan HUT TNI AU ke-71 dan Bulan Dirgantara 2

    Pesawat tempur F-16 TNI AU melakukan manuver udara dalam rangka kegiatan latihan gladi bersih, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 7 April 2017. Gladi Bersih ini dilaksanakan menjelang peringatan HUT TNI AU ke-71 dan Bulan Dirgantara 2

    TEMPO.CO, Cilegon - Siapa sebenarnya pahlawan menurut Panglima Besar Soedirman? Jawaban pertanyaan itu terungkap dalam drama kolosal yang digelar dalam peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis, 5 Oktober 2017.

    Jenderal Soedirman mengatakan pahlawan yang sebenarnya bukanlah dia, melainkan rakyat. "Tanpa rakyat, TNI bukan siapa-siapa." Pesan itu disampaikan Jenderal Besar Soedirman yang diperankan cucunya, Danang Priambodo Soedirman, di hadapan ribuan peserta upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

    Baca:
    Drama di HUT TNI, Cucu Jenderal Sudirman Perankan Kakeknya
    HUT TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo Jamin Kesetiaan TNI pada Rakyat

    Drama kolosal itu menceritakan gerilya Soedirman yang sakit-sakitan melawan Belanda di Yogyakarta pada pertengahan Desember 1948, saat Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki kota. Saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di keraton sultan, Soedirman bersama sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya.

    Awalnya, mereka diikuti pasukan Belanda. Namun Jenderal Soedirman dan pasukannya berhasil kabur lalu membangun markas sementara.

    TNI, kata Danang, besar dari rakyat. “Pahlawan sebenarnya bukan Soedirman, tapi rakyat," ujarnya. Dalam drama itu, TNI juga menggunakan pesawat EMB-314 Super Tucano yang seakan membombardir pasukan gerilya Sudirman.

    Baca juga:
    HUT TNI, Presiden Meninjau Pasukan dengan...
    KontraS: Panglima TNI Terlibat Politik Akibat Sipil Lemah

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memuji Danang. Menurut Gatot, cucu Jenderal Soedirman itu memainkan peran sebagai sang kakek dengan baik. "Memainkan drama kolosal agar benar-benar menghayati, benar-benar memerankan seperti sebenarnya, kemudian melihat cucu Soedirman ini bisa menghayati," ucap Gatot.

    Gatot menuturkan Jenderal Soedirman menjadi salah satu penyemangat jiwa patriotisme dan kebersamaan di dalam tubuh prajurit.

    Selain drama kolosal, acara lain adalah defile, demonstrasi pencak silat, halang rintang di laut, dan terjun payung yang diperagakan lebih dari 2.000 prajurit.

     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.