Gunung Agung Awas, Ini Alasan Pastika Bali Aman Dikunjungi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bali United, Nick van der Velden, bermain sepak bola bersama anak-anak pos pengungsian Gunung Agung di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Klungkung, Senin, 2 Oktober 2017. Tempo/Bram Setiawan

    Pemain Bali United, Nick van der Velden, bermain sepak bola bersama anak-anak pos pengungsian Gunung Agung di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Klungkung, Senin, 2 Oktober 2017. Tempo/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Denpasar - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, meski status Gunung Agung berada di level IV atau awas, Pulau Bali tetap kondusif dan aman bagi para wisatawan. “Jangan ragu datang ke Bali,” kata Pastika dalam pertemuan dengan sejumlah pelaku pariwisata di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Sebab, jikapun Gunung Agung meletus, akan berdampak langsung terhadap 28 desa atau desa-desa dengan radius 12 kilometer dari kawah Gunung Agung. Sejumlah tujuan wisata, seperti Nusa Dua, Kuta, dan Sanur, terletak puluhan kilometer dari lokasi gunung tertinggi di Bali itu. “Di Karangasem ada 78 desa, hanya 28 desa yang berdampak langsung, sisanya 50 desa aman,” ujarnya.

    Baca: 
    Pariwisata Bali Diklaim Tak Terdampak Status Gunung Agung ...
    Pemain Bali United Main Bola Bersama Anak Pengungsi Gunung Agung

    Jika dibandingkan dengan kondisi pada 1963, kondisi saat ini, kata Pastika, berbeda. Sekarang mitigasi bencana sudah lebih bagus dan peranan pemerintah sudah lebih efektif, tidak seperti dulu. Di samping itu, teknologi informasi semakin canggih sehingga akan meminimalkan kemungkinan terburuk.

    Pastika meminta pelaku pariwisata terus mensosialisasi kondisi ini melalui biro perjalanan dan konsulat jenderal di Bali, juga melakukan klarifikasi terhadap hoax yang tersebar.

    Baca juga:
    KPK: Stop Minta-minta Sama Pengusaha
    Ketua KPK Agus Rahardjo Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    “Saya juga berencana bertemu dengan para Konsul di Bali untuk menyampaikan kondisi Bali saat ini. Tujuannya agar tidak ada kesimpangsiuran informasi,” ucap Pastika.

    Ia berharap negara-negara yang mengeluarkan peringatan perjalanan menarik imbauannya. “Bali aman, silakan datang berwisata ke Bali.”

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.