Pariwisata Bali Diklaim Tak Terdampak Status Gunung Agung

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan Gunung Agung yang hampir tertutup oleh awan saat ia berdiri di sebuah kuil di Karangasem, Bali, 26 September 2017. Frekuensi gempa yang meningkat dari gunung ini menunjukkan magma terus bergerak ke permukaan dan kemungkinan terjadinya erupsi. AP/Firdia Lisnawati

    Warga menyaksikan Gunung Agung yang hampir tertutup oleh awan saat ia berdiri di sebuah kuil di Karangasem, Bali, 26 September 2017. Frekuensi gempa yang meningkat dari gunung ini menunjukkan magma terus bergerak ke permukaan dan kemungkinan terjadinya erupsi. AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengklaim sektor pariwisata Bali tidak terdampak ancaman letusan Gunung Agung sejauh ini. Sebab, destinasi pariwisata di Bali masih bisa dikunjungi wisatawan hingga saat ini.

    "Dan belum ada tanda-tanda penurunan jumlah. Walaupun ada travel warning, tetap saja hotel dan pesawat tujuan Bali penuh. Memang kadang berita itu menunjukkannya serem tapi menurut saya nggak serem-serem amat ah," ujar Mangku Pastika saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 28 September 2017.

    BACA: Skenario Lengkap Pemerintah Hadapi Ancaman Letusan Gunung Agung

    Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah mulai bersiaga menghadapi ancaman letusan Gunung Agung di Bali. Hal tersebut menyusul laporan terbaru Badan Meteorologi dan Geofisika yang memberikan status Awas terkait kondisi Gunung Agung. Buktinya, puluhan hingga ratusan ribu warga sudah diungsikan dan langkah mitigasi dampak letusan disiapkan.

    Mangku Pastika melanjutkan bahwa tanda-tanda pariwisata belum terpengaruhi juga terlihat dari masih adanya wisatawan yang berani ke Kabupaten Karang Asem. Karang Asem, sebagaimana diketahui, adalah lokasi Gunung Agung.

    BACA: Kritis, Pergerakan Magma Gunung Agung Bali Makin Meningkat

    Wisatawan, kata Mangku Pastika, masih berani berkunjung ke Karang Asem karena mereka penasaran dengan Gunung Agung. Terutama, mereka yang wisata petualangan. Padahal, peringatan dan imbauan sudah diberikan untuk tidak terlalu mendekat ke lokasi gunung.

    "Sebenarnya 64 desa dari 70 sekian desa di Karang Asem masih dalam kategori aman. Lha, bupatinya saja masih tenang-tenang saja. Asal, jangan sampai ke desa di sekitar gunung," ujar Mangku Pastika menegaskan.

    Hal senada disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Kepada awak media, ia menyampaikan bahwa belum ada masalah akibat Gunung Agung yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Dan, ia optimistis potensi-potensi dampak yang mungkin terjadi bisa ditangani.

    "Pemerintah terus melakukan mitigasi terkait potensi dampak letusan gunung agung, apakah erupsi Gunung Agung nantinya akan menjadi lebih parah atau tidak," ujar Puan mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.