Partai Golkar Jabar Laporkan Penyebar SK Penetapan Ridwan Kamil

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan jajarannya saat jumpa pers di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin, 3 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan jajarannya saat jumpa pers di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin, 3 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Bandung - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat melaporkan pihak yang menyebarkan Surat Keputusan DPP Golkar yang berisi dukungan kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan anggota DPR Fraksi Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

    Laporan tersebut dilayangkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Jawa Barat, pada Senin, 25 September 2017. Tim kuasa hukum DPD Golkar Jawa Barat melaporkan pihak yang menyebarkan surat tersebut dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Ketua Biro Hukum DPD Golkar Jawa Barat Hotma Agus Sihombing mengatakan, laporan tersebut dilakukan untuk mengetahui dan menindak siapa yang pertama kali menyebarkan Surat Keputusan tersebut. Dengan beredarnya surat tersebut, Hotma mengatakan, DPD Golkar Jawa Barat sangat dirugikan dan terganggu.

    Baca juga: Dedi Mulyadi Belum Terima SK Pimpinan Golkar Soal Ridwan Kamil

    "Kami menyerahkan kepada kepolisian untuk mengusut siapa yang pertama mengupload berita bohong itu," ujar Hotma setelah membuat laporan di Polda Jabar, Senin, 25 September 2017.

    Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui pasti apakah surat yang sempat beredar di dunia maya itu asli atau palsu. Untuk itu, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di internal DPP Golkar.

    "Apakah SK itu pernah dikeluarkan atau tidak, DPP belum memberi keterangan itu," ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara menduga ada kesengajaan dari oknum dalam maupun luar partai yang menyebarkan surat tersebut untuk tujuan memecah soliditas partai Golkar menjelang Pilkada 2018.

    "Dengan adanya surat itu, membuat potensi perpecahan di tubuh internal DPD Golkar Jabar," kata Iswara saat dihubungi Tempo.

    Menurut Iswara, hingga saat ini, DPP maupun DPD Golkar masih bulat untuk menyokong Dedi Mulyadi sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur pada Pilgub Jabar 2018. Dengan munculnya surat tersebut, ia katakan, kondisi internal DPD Jabar menjadi resah.

    "Sampai saat ini, dari tingkat kecamatan hingga pusat sudah sepakat mencalonkan Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur. Kami juga berpatokan pada hasil rapat tim pemenangan di DPP Partai Golkar pada Agustus kemarin," kata dia.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.