Dedi Mulyadi Belum Terima SK Pimpinan Golkar Soal Ridwan Kamil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di depan ruang Vihara Buda yang ada di SMP Yos Soedarso Purwakarta, Selasa, 1 November 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di depan ruang Vihara Buda yang ada di SMP Yos Soedarso Purwakarta, Selasa, 1 November 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Dedi Mulyadi mengatakan telah membaca surat keputusan Dewan Pengurus Pusat tentang penetapan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Deddy mengaku mengetahui beredarnya surat berkop DPP Partai Golkar tersebut pada Kamis malam, 21 September 2017, saat acara malam Tahun Baru Islam di Subang, Jawa Barat.

    Namun Dedi masih mempertanyakan keabsahan surat tersebut. "Dari sisi normatif, DPD Golkar belum menerima surat tersebut," katanya ketika dihubungi via telepon, Jumat, 22 September 2017.

    Bupati Purwakarta ini mengungkapkan rapat-rapat DPP dan DPD Golkar Jawa Barat periode Juni hingga Agustus, yang hampir semuanya ia ikuti, tidak pernah membahas penetapan Ridwan dan Daniel sebagai cagub dan cawagub Jawa Barat.

    Baca juga:Beredar SK Pimpinan Golkar Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

    Dalam surat itu, tertulis keputusan penetapan dan pengesahan Ridwan dan Daniel berdasarkan rapat tentang penetapan pasangan calon gubernur, bupati, dan wali kota pada 15 Juni 2016 serta rapat tentang proses pilkada provinsi dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada 1 Juli 2017, 1 Agustus 2017, dan 4 September 2017. Surat tersebut dibuat pada September 2017, tapi tidak tertera nomor dan tanggal surat.

    "(Pada) rapat tanggal 1 Agustus, justru penetapan saya sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur," ujar Dedi.

    Dedi juga mempertanyakan keabsahan surat yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu. Apalagi Ketua Umum Golkar Setya Novanto saat ini dikabarkan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta.

    "Masak, orang yang sakit, apalagi habis operasi jantung, masih sempat-sempatnya bikin rapat memutuskan cagub dan cawagub yang menyangkut 46 juta masyarakat Jawa Barat dan masa depan Partai Golkar?" kata Dedi.

    Dedi melanjutkan, dia sudah mencoba menghubungi Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. "Sudah telepon ke Sekjen, tapi belum bisa dihubungi," ucapnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.