Kata Ridwan Kamil Soal Kabar Dukungan Golkar di Pilgub Jabar 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil menyetir angkutan kota Dago-Kebon Kalapa dalam memperingati

    Walikota Bandung Ridwan Kamil menyetir angkutan kota Dago-Kebon Kalapa dalam memperingati "Angkot Day" di Terminal Dago, Bandung, Jawa Barat, (20/9). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta wartawan untuk menanyakan langsung kabar dukungan DPP Golkar terhadap pria yang akrab disapa Emil tersebut untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Sebab, dia belum mendapat surat resmi dari Golkar.

    "Saya mendengar desas desus dari WA (Whatsapp) smartphone. Jadi statement saya cuma dua mohon tidak dikurangi atau dilebihkan ya. Silakan tanya langsung ke DPP Golkar terkait konfirmasi surat ini. Dan faktanya saya belum menerima apapun termasuk surat itu," kata Ridwan di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 22 September 2017.

    Baca juga: Beredar SK Pimpinan Golkar Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

    Sebelumnya beredar kabar mengenai surat dari DPP Golkar yang berisi dukungan partai berlambang beringin tersebut kepada Ridwan Kamil untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat 2018. Dalam surat itu, Ridwan Kamil dipasangkan dengan salah satu kader partai Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin.

    Ridwan mencurigai surat itu hoax semata. Musababnya, kata dia, dalam surat tidak tercantum tanggal pembuatan surat dan nomor surat yang tidak tertera. "Bisa aja hoax kan karena kalau saya lihat tanggal suratnya belum ada, dan lain seperti nomor suratnya belum ada," ujar Ridwan.

    Menurut Ridwan, komunikasi dengan Golkar memang tengah dijajakinya. Seperti dengan partai lainnya, Ridwan memang berharap mendapat dukungan dari Golkar untuk maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat.

    "Saya komunikasi dengan Golkar itu sama aja dengan yang lain-lain, tidak ada perubahan. Kan udah bilang dari dulu saya komunikasi dengan semuanya, ada yang jatuh cinta dan memberi statement ada yang masih pikir-pikir,"  katanya.

    Ridwan pun mengatakan tidak terkejut dengan beredarnya surat seperti itu. Berdasarkan pengalamannya, surat yang masih abu-abu kebenarannya kerap kali hinggap ketika dia awal menjabat sehagai Wali Kota Bandung.

    "Kan dari dulu banyak beredar surat-surat hoax kaya gitu, saya dulu sebagai Wali Kota juga banyak (mendapat surat seperti itu). Jadi produksi yang kaya gitu sering terjadi dan saya tidak mau mengomentari hal-hal yang tidak saya lihat fisiknya langsung," kata Ridwan Kamil.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.