Jumat, 16 November 2018

TERUNGKAP: Penyebab Kematian Ayah Angkat Angeline

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 10 Juni 2015, sejumlah aparat kepolisian menemukan jasad Angeline (8) yang telah dikubur oleh ibu asuhnya, di dekat kandang ayam dirumahnya di Denpasar, Bali. Jenazah Angeline ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah yang mengakibatkan pendarahan otak. facebook.com

    10 Juni 2015, sejumlah aparat kepolisian menemukan jasad Angeline (8) yang telah dikubur oleh ibu asuhnya, di dekat kandang ayam dirumahnya di Denpasar, Bali. Jenazah Angeline ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah yang mengakibatkan pendarahan otak. facebook.com

    TEMPO.COPekanbaru -  Sebelum tinggal di Bali, Margriet Christina Megawe, ibu angkat bocah malang Angeline, pernah tinggal di Pekanbaru sekira 15 tahun lalu. Sekitar awal 2000-an Margriet dan keluarganya menempati sebuah rumah di Jalan Garuda, RT 01 RW 06, Kelurahan Labuh Baru Timur, Pekanbaru. "Mereka beli rumah paman suami saya," kata Dementria Tinambunan saat ditemui Tempo, Senin, 15 Juni 2015. (Baca juga: EKSKLUSIF: Pengakuan Heboh Satpam Sebelum Angeline Ditemukan)

    Dementria menceritakan, sebelum membeli rumah itu, Margriet tinggal di kompleks perumahan milik perusahaan minyak Amerika di Rumbai, Pekanbaru. Suaminya bernama Douglas, pria bule asal Amerika. "Mereka beli rumah alasannya bosan tinggal di kompleks perusahaan," ujar Dementria.

    Menurut Dementria, Margriet membeli rumah paman suaminya bernama Daniel Sihotang, yang tidak lain adalah teman Douglas. "Mereka sama-sama kerja di perusahaan minyak," tuturnya. Selama tinggal di Pekanbaru, Dementria mengaku mengenal Margriet lantaran membeli rumah pamannya. (Baca juga: EKSKLUSIF: Siapa Budi Dukun di Balik Temuan Jasad Angeline?)

    Dikatakan Dementria, selama tinggal di Pekanbaru, Margriet sangat baik dengan keluarganya. Terlebih mereka sama-sama memiliki anak seumuran. "Ketika itu anaknya, Christina, sama besar sama anak saya," ucapnya. Dementria menjelaskan kehidupan keluarga Margriet sangat harmonis. Meskipun dua anaknya dari ayah yang berbeda.

    Dia bercerita, Margriet memiliki dua anak perempuan bernama Yvone dan Christina. Sebelum menikah dengan Douglas, Margriet memiliki suami yang juga warga Amerika. Dari suami pertama, Margriet memiliki anak bernama Yvone. Sedangkan Christina merupakan anak kandung Douglas bersama Margriet. "Tapi mereka harmonis, Yvone dulu juga sering ke sini," katanya. (Baca juga: EKSKLUSIF: Eks Satpam Bongkar Gelagat Mencurigakan Margriet)

    Dementria mengatakan, setahu dia, Margriet tidak memiliki rumah lain selain di Jalan Garuda, Labuh Baru Timur, itu. "Cuma itu rumahnya," ujarnya.

    Lalu, sekira tahun 2007, Margriet dan keluarganya pindah ke Jakarta karena Douglas memasuki masa pensiun. Beberapa tahun kemudian, kata Dementria, Margriet pindah ke Bali. Di sana, dia menjalankan usaha penginapan. Pada tahun 2013, Douglas meninggal dunia. "Suaminya meninggal karena stroke," tuturnya.

    Meski tinggal di Bali, Margriet sesekali pulang ke Pekanbaru melihat rumahnya. Dia sering membawa anak angkatnya, Angeline. Dementria mengaku mengenal Angeline. Dia melihat pertumbuhan Angeline dari bayi hingga besar setiap kali dibawa ke Pekanbaru. "Sekali dalam setahun, Margriet pulang. Dia selalu bawa Angeline," ucapnya.

    Simak:
    ANGELINE DIBUNUH: Kisah Om Doug, Ayah Angkat Si Bocah Malang
    EKSKLUSIF: Agus Blak-blakan Pria yang Dekat dengan Margriet

    Dementria melihat hubungan Margriet dengan anak angkatnya, Angeline, seperti ibu dan anak kebanyakan. Angeline dikenal sebagai anak yang ceria. Ia selalu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan Margriet. "Margriet saya lihat sangat sayang dengan Angeline, seperti anak sendiri," katanya.

    Dementria mengaku sedih mendengar pemberitaan di media massa ihwal tewasnya Angeline, gadis kecil cantik nan ceria yang dia kenal. Kabar Angeline sempat hilang sebelum ditemukan tewas sudah santer terdengar. Namun warga di sekitar rumahnya di Pekanbaru lebih kaget lagi mendengar Angeline ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya sendiri di Denpasar, Bali.

    RIYAN NOFITRA

    Berita Menarik:
    Terbongkar: Prostitusi Anak ABG via BBM di Bogor
    TRAGEDI CILEDUG: Misteri Pria, Jejak Sperma, dan Pisau
    TERUNGKAP: Timnas U-23 SEA Games Terlibat Pengaturan Skor?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.