Sidang Ahok, 4 Saksi Paparkan Latar Belakang di Belitung Timur  

Selasa, 14 Maret 2017 | 08:43 WIB
Sidang Ahok, 4 Saksi Paparkan Latar Belakang di Belitung Timur  
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) berbincang dengan kuasa hukumnya dalam sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Maret 2017. Ketiga saksi adalah adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, Analta Amier dan Eko Cahyono. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dijadwalkan menghadirkan lima saksi dalam sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Maret 2017.

"Kami harapkan para saksi hadir semua, tidak ada yang berhalangan," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Ahok menyatakan empat saksi yang dijadwalkan hadir tersebut akan menjelaskan latar belakang kehidupan Ahok sedari di Belitung Timur.

Baca: Begini Sosok Saksi Yang Meringankan Ahok di Sidang ke-14


"Untuk pekan depan, tadi sudah ditentukan majelis hakim. Kami akan menghadirkan empat orang saksi sekaligus yang meringankan. Siapa saja saya tidak hafal," kata Teguh Samudra, anggota tim kuasa hukum Ahok seusai sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 7 Maret 2017 lalu.

Kelima saksi yang dijadwalkan hadir dalam sidang ke-14 hari ini, yakni ahli hukum pidana Universitas Gadjah Mada, Edward Omar Sharif Hiariej; dua pegawai negeri sipil di Bangka Belitung, Juhri dan Ferry Lukmantara; Suyanto, sopir yang berasal dari Belitung Timur; dan Fajrun, teman Ahok saat di sekolah dasar, yang juga berasal dari Belitung Timur.

Adapun sidang ke-14 Ahok dijadwalkan dimulai pukul 09.00.

ANTARA

Simak: Sidang Ahok, Ini Alasan Kuasa Hukum Hadirkan Saksi di Luar BAP

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan