Penambang Emas Ilegal di Poso Tewas saat Tertimbun Longsor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penambang emas tradisional. TEMPO/ Arie Basuki

    Penambang emas tradisional. TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO.CO, Palu - Penambang emas, Roy Ibrahim, tewas tertimbun longsoran tanah saat menambang emas secara ilegal di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Saat ditemukan pada Jumat sore kemarin, 15 September 2017, pria berusia 32 tahun itu sudah tidak bernyawa.

    “Ya, benar. Perisitiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, pada Jumat kemarin,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto saat dihubungi Tempo, Sabtu 16 September 2017.

    Baca juga: 20 Jam Tertimbun di Lubang Inul, 13 Penambang Emas Diselamatkan

    Hari mengatakan, dalam peristiwa tersebut, ada tiga korban yang tertimbun tanah longsor. Namun dua orang lainnya ditemukan dalam keadaan selamat.

    Saat dihubungi, Hari mengaku belum mendapatkan informasi detail dari anak buahnya yang turun ke lokasi kejadian. "Anggota masih di lapangan, kami belum bisa sampaikan secara detail informasi karena sementara ini masih dalam penanganan," ujarnya.

    Hari menambahkan pihaknya saat ini tengah mendata segala tingkat kerawanan termasuk adanya penambangan liar yang berada di wilayah Poso, untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa. "Kami pertajam pemetaan dan antisipasi jika sewaktu-waktu membutuhkan personel dalam upaya penegakan hukum," kata dia.

    Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo di lapangan, kejadian itu berawal saat korban bersama tiga rekannya, yaitu Anci, Yeremia Wada, dan Hasan Selai, sedang menambang emas di wilayah Desa Bakekau, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso. Anci dan Hasan masuk ke dalam lubang untuk menambang. Sekitar sejam kemudian, Hasan keluar dari lubang. Roy Ibrahim lalu masuk ke lubang sedalam 9 meter itu. Setelah itu, Yeremia menyusul masuk lubang.

    Anci tiba-tiba berteriak sambil keluar dari lubang, "Cepat-cepat keluar!". Ketika itu Roy yang tengah menggali lubang, tidak bisa keluar saat terjadi longsoran tanah.

    Jenazah Roy yang ditemukan pukul 17.31 Wita, langsung dibawa ke Puskesmas Gintu, Kecamatan Lore Selatan. Setelah itu, jenazah Roy dibawa ke rumah rekan kerja korban Ardin Aloh di wilayah setempat.  

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.