Senin, 19 Februari 2018

PPATK: Masih Banyak yang akan Dijadikan Tersangka Kasus Saracen  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 07:04 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PPATK: Masih Banyak yang akan Dijadikan Tersangka Kasus Saracen  

    Kiagus Ahmad Badaruddin, Kepala PPATK dalam Acara HUT PPATK ke15. TEMPO/Azalia Ramadhani

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Badaruddin mengatakan masih banyak yang akan dijadikan tersangka kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan Saracen. Menurut Kiagus, kasus itu masih terus dikembangkan.

    Ia mengatakan hal itu berdasarkan laporan hasil analisis yang diserahkan kepada penyidik Badan Reserse Kriminal Polri, Rabu, 13 September 2017. Namun ia menolak menyebutkan siapa saja yang kemungkinan akan dijadikan tersangka selanjutnya. “Kami tidak bisa menyampaikan detail karena bisa mengganggu penyelidikan dan penyidikan,” katanya saat dihubungi, Rabu, 13 September 2017.

    Baca:
    Kasus Saracen, Polisi Sebut Asma Dewi Sudah Diingatkan Kakaknya
    Fahira Benarkan Asma Dewi Aktif di Aksi 411 dan 212

    Dari laporan hasil analisis itu ditemukan aliran dana ke sejumlah rekening sehubungan dengan Saracen. “Yang kami bisa bantu, pasti kami bantu secara maksimal,” ujarnya. PPATK mengkonfirmasi dan menindaklanjuti data yang ditemukan kepolisian. 

    Penyelidik PPATK, kata Kiagus, menelusuri keterkaitan rekening satu sama lain. Namun ia menolak menyebutkan jumlah dan nilai transaksi dengan pertimbangan penyidikan di kepolisian. “Kami melakukan penyelidikan dari sudut pandang kami, follow the money,” ucapnya.

    Baca juga:
    Polisi Tangkap Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi di ...
    KPK Tolak Permintaan DPR untuk Tunda Pemeriksaan ...

    Sebelumnya Juru Bicara Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan tengah menunggu laporan hasil analisis PPATK untuk mengembangkan kasus yang melibatkan ibu rumah tangga, Asma Dewi.

    Hal ini terkait dengan temuan kepolisian yang mendapati Asma pernah mentransfer Rp 75 juta kepada NS, anggota inti kelompok penyebaran ujaran kebencian di media sosial, Saracen. NS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.