Cyber Bullying Meningkat, 24 Kampus Memetakan Gerakan Literasi Digital  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perangi konten negatif dan hoax

    Perangi konten negatif dan hoax

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Sebanyak 52 orang peneliti dari 26 program studi dan 24 perguruan tinggi di sembilan kota di Indonesia yang bergabung dalam Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) memetakan gerakan literasi digital. Pemetaan dilakukan atas respon meningkatnya hoax, cyber bullying, pelanggaran privasi, hingga konten pornografi saat menggunakan media digital.

    “Kami ingin menjawab, apakah gerakan itu muncul karena literasi digital rendah?” kata Koordinator Japelidi yang juga Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Novi Kurnia di Yogyakarta, Minggu 10 September 2017.

    BACA: Kiat Menghadapi Cyber Bullying dan Etika di Dunia Maya

    Penelitian dilakukan para akademisi yang mayoritas berlatar belakang ilmu komunikasi itu di sembilan kota yang menjadi lokasi perguruan tinggi itu berada. Hasilnya, sebanyak 338 kegiatan literasi digital telah dilakukan di Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Surakarta, Malang, Bandung, Banjarmasin, Bali, dan Jakarta. Mengingat 65 persen pengguna internet adalah masyarakat di Jawa. Penelitian dilakukan sejak Januari hingga akhir Agustus 2017.

    Dalam pemetaan itu diketahui pelaku kegiatan beragam, mulai dari perguruan tinggi, komunitas, LSM, media sekolah, korporasi, pemerintah, juga ormas. Bentuk kegiatannya meliputi sosialisasi, workshop, penggunaan alat peraga, pembentukan komunitas anti hoax, bahkan menjadikan literasi digital menjadi mata kuliah di beberapa kampus, seperti UGM, UNY, UMY. Sedangkan sasaran kegiatan adalah anak-anak muda, orang tua, dosen, jurnalis, dan aktivis LSM.“Temuan di setiap daerah berbeda,” kata Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Firly Annisa.

    BACA: Literasi Digital Anak Membutuhkan Sinergi ... -

    Dosen Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dyna Herlina melihat kegagapan masyarakat Indonesia dalam menggunakan media digital tidak terlepas dari peran pemerintah yang belum maksimal. Peran pemerintah yang dimaksud adalah memberikan infrastruktur, pelayanan, dan pendidikan tentang media digital. “Pemerintah kebanyakan ragu dan takut atas dampak literasi digital. Padahal itu peluang,” kata Dyna.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.