Demokrat DKI Sebut Agus Yudhoyono Bintang Politik 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono mendatangi Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, Jakarta, 10 Agustus 2017. TEMPO/Aditya Budiman

    Agus Harimurti Yudhoyono mendatangi Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, Jakarta, 10 Agustus 2017. TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso menyebut Agus Harimurti Yudhoyono atau Agus Yudhoyono sebagai bintang Demokrat. Hal tersebut dikatakannya karena AHY dapat membuahkan kemenangan untuk Demokrat dalam tahun politik 2018-2019.

    "Kita punya bintang. Siapa itu? Agus Harimurti Yudhoyono," ujar Santoso saat peringatan ulang tahun Demokrat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Sabtu, 9 September 2017.

    Baca juga: AHY di Hello Pacitan Pro 2017 sampai Tumpeng Tiwul Raksasa

    Agus Harimurti sempat mencalonkan diri pada pilkada DKI Jakarta 2017, tapi dia kalah di putaran pertama.

    Menurut Santoso, meski gagal dalam pilkada Jakarta, AHY memiliki nama yang melesat. "Kami yakin Partai Demokrat mempunyai dukungan tinggi dari masyarakat," ucap Santoso.

    Saat ditanya pers mengenai pencalonan Agus Yudhoyono pada pilpres 2019, Santoso mengatakan Demokrat memiliki kemungkinan untuk hal itu. Menurut dia, untuk pemilu mendatang Demokrat harus memiliki jagoan. "Beliau (AHY) siap untuk mengabdi di bidang apa pun termasuk bidang politik termasuk juga jadi kepala pemerintahan," ucap dia.

    Santoso juga mengatakan Demokrat akan menarik simpati rakyat dengan kegiatan-kegiatan internal maupun eksternal. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung suara Demokrat nantinya. "Kekuatan ini kita terjunkan dalam rangka menarik simpati masyarakat," kata dia.

    Demokrat melakukan kegiatan internal dan eksternal, kata Santoso, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya adalah konsolidasi yang terus-menerus dilakukan Demokrat. "Kami sudah bergerak jauh-jauh hari dalam rangka internal konsolidasi ke masyarakat dan langsung bersentuhan kepada masyarakat," ujarnya.

    SYAFIUL HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.