ICMI Desak ASEAN dan OKI Aktif Akhiri Derita Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muslim Rohingya berdiri di batu yang menandai perbatasan Myanmar-Bangladesh usai melarikan diri akibat konlfik kekerasan di dekat Cox's Bazar, Tumbru, 4 September 2017.  Rakhine telah menjadi daerah paling berbahaya karena dilanda kekerasan sejak tahun 2012. AP

    Muslim Rohingya berdiri di batu yang menandai perbatasan Myanmar-Bangladesh usai melarikan diri akibat konlfik kekerasan di dekat Cox's Bazar, Tumbru, 4 September 2017. Rakhine telah menjadi daerah paling berbahaya karena dilanda kekerasan sejak tahun 2012. AP

    TEMPO.COJakarta - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengutuk tindakan pembantaian kemanusiaan terhadap etnis Rohingya yang dilakukan pemerintah Myanmar. ICMI meminta pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine itu.

    "ICMI meminta pemerintah Myanmar segera membebaskan etnis Rohingya dari segala bentuk intimidasi dan diskriminasi yang dilakukan secara sistematis," ujar Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso dalam siaran persnya pada Selasa, 5 September 2017.

    Baca juga: JK Akan Bawa Isu Rohingya ke KTT OKI dan Sidang Umum PBB

    Priyo mengatakan tragedi kemanusiaan yang dirasakan etnis Rohingya merupakan tanggung jawab negara-negara di kawasan ASEAN serta negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI). Menurut dia, peranan aktif dari ASEAN dan OKI diperlukan dalam usaha perdamaian di Myanmar.

    "Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dan OKI harus turut aktif mencari solusi yang adil, menyeluruh, dan terpadu terhadap permasalahan etnis Rohingya," ucapnya.

    Priyo juga menyebut pengutusan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi merupakan hal yang patut diapresiasi. Menteri Retno, menurut dia, dapat aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak guna menyelesaikan konflik yang terjadi.

    Simak jugaMenlu Retno Marsudi Temui PM Bangladesh Bahas Rohingya Hari Ini 

    "Diharapkan hal ini berdampak positif terhadap upaya penyelesaian masalah Rohingya. Indonesia harus berperan aktif dan langkah diplomasi seperti ini akan mendongkrak peran Indonesia di kawasan ini," kata Priyo.

    Priyo mengatakan ICMI mengajak semua elemen masyarakat, LSM, serta ormas untuk menggalang bantuan kemanusiaan terkait dengan konflik di Myanmar. Bantuan kemanusiaan tersebut dapat berupa sumbangan dana, makanan, serta obat-obatan yang kemudian didistribusikan melalui lembaga resmi.

    SYAFIUL HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.