Irman Sebut Peran Andi Narogong dan Setya Novanto di Proyek E-KTP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto (kiri) dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman seusai menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP secara nasional tahun 2011-2012 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 Maret 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto (kiri) dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman seusai menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP secara nasional tahun 2011-2012 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 Maret 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana korupsi e-KTP Irman menjelaskan peran terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong adalah memfasilitasi pertemuan dengan Setya Novanto yang saat itu menjadi pimpinan fraksi Partai Golkar di DPR. “Andi memfasilitasi pertemuan saya, Pak Sugiharto, Diah Anggraini (Sekjen Kemendagri) dan Setya Novanto di Grand Melia. Semuanya dipersiapkan oleh Andi,” ujar Irman di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.

    Proyek e-KTP saat ini tercatat merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun dari proyek senilai Rp 5,9 triliun. Nama Irman, Sugiharto, Andi, dan Novanto akhirnya terseret dalam pusaran mega korupsi e-KTP.

    Baca juga: Cara Setya Novanto dan Andi Narogong Atur Duit E-KTP Dibeber di Pengadilan

    Irman melanjutkan, mulanya ia dipanggil oleh Ketua Komisi II DPR Burhanuddin Napitupulu ketika proyek e-KTP diusulkan. Pada pertemuan itu, Irman menjelaskan perihal proyek e-KTP dan keuntungannya. Burhanuddin ketika itu setuju dan bakal mendukung proyek itu.

    Nama Andi saat itu muncul sebagai pengusaha yang dinilai sudah dikenal oleh orang-orang Komisi II dan dipercaya untuk mengurus proyek itu. Selepas pertemuan itu, Irman mengaku dihubungi oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini. Dalam sambungan telepon itu, Diah pun menyebut nama Andi yang akan berperan dalam membantu proyek.

    Menurut Irman, Diah menyampaikan Andi akan menghubungi Irman untuk membahas lebih lanjut. “Akhirnya saya tetap bekerja, datanglah Andi setelah Diah menelepon saya,” tutur Irman.

    Andi pun datang ke kantor Irman. Saat itu, Irman berkenalan dengan Andi. Ia juga memanggil Sugiharto untuk berkenalan dengan Andi. Inti dari pertemuan pertama itu adalah Andi ingin mempertemukan Irman dan Sugiharto dengan Setya Novanto.

    Menurut Andi, kata Irman, Novanto adalah orang kunci yang bisa memuluskan anggaran e-KTP dari DPR. Ia lalu meminta pertimbangan Sugiharto. Sugiharto mengiyakan rencana pertemuan itu. “Kami menyatakan bersedia,” kata Irman.

    Pertemuan dengan Novanto pun terjadi. Pertemuan pertama di Grand Melia sekitar 10-15 menit. Irman dan Sugiharto datang sekitar pukul 06.05. pada pertemuan itu ada Andi, Diah, Novanto, Irman, dan Sugiharto. Inti dari pertemuan itu adalah Novanto menyatakan akan mendukung anggaran proyek e-KTP.

    Sepekan setelah pertemuan itu, Andi menelepon Irman untuk mengajak menemui Setya Novanto di ruang ketua fraksi Partai Golkar di DPR. Irman bersedia dan pertemuan terjadi. “Di situ saya hanya berdua dengan Andi menghadap SN. Intinya adalah meminta ketegasan soal anggaran,” kata Irman.

    Menurut Irman, Andi yang menyampaikan permintaan ketegasan soal anggaran itu kepada Setya Novanto. Sebab, dengan adanya dukungan anggaran maka Irman bisa segera menyiapkan langkah-langkah proyek e-KTP. Saat itu Novanto hanya menjawab tengah mengkoordinasikan persoalan anggaran e-KTP. Irman pun meminta pamit. Namun Setya Novanto menyampikan bahwa perkembangan soal anggaran segera diberitahu atau bisa ditanyakan ke Andi Narogong.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.