Gerakan Muda Partai Golkar Bantah Berupaya Kudeta Setya Novanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih di depan kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 25 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih di depan kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 25 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    TEMPO.COJakarta - Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia membantah gerakan yang dipimpinnya berupaya melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Ketua Umum Setya Novanto

    GMPG justru mempertanyakan petinggi Partai Golkar yang masih mempertahankan Setya yang sudah berstatus tersangka.

    "Motif utama dari pendirian GMPG ini memang karena kasus yang menjerat ketua umum, Setya Novanto, yang sudah jelas berstatus tersangka dan merusak citra partai, tapi masih tetap dipertahankan sebagai pimpinan," kata Ahmad saat dihubungi Tempo di Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.
    Baca: Idrus Marham Geram Soal Internal Golkar Dibawa ke MA

    "Namun ini bukanlah upaya kudeta. Saya kira tidak tepat juga memakai bahasa kudeta," kata Ahmad. Dia menyebut GMPG hanya meminta kepemimpinan Partai Golkar segera diganti dengan figur yang lebih bersih. "Ini murni gerakan untuk membersihkan dan memulihkan citra Partai Golkar," ujarnya. 

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pengurus partai akan segera memberikan sanksi tegas terhadap GMPG. 

    Idrus geram dengan tindakan GMPG yang mendatangi gedung Mahkamah Agung (MA) untuk mengkonfirmasi dugaan pertemuan antara Setya dan Ketua MA Hatta Ali. 

    "Kalau gerakan bersih di internal Partai Golkar saja tidak masalah, tapi ini sudah membawa-bawa lembaga negara yang lain," kata Idrus.
    Simak: Gerakan Muda Partai Golkar Waspadai Setya Novanto Pakai Pengaruh

    Sedangkan terkait dengan status Setya yang sudah menjadi tersangka, Idrus enggan membahas dengan rinci. "Untuk kasus itu, partai menyerahkannya ke perseorangan, Setya Novanto, dan untuk pembahasan internal partai, akan dilakukan oleh bidang hukum," ujarnya.

    Terkait dengan kegeraman Idrus, Ahmad menegaskan tidak ada yang salah dengan tindakan GMPG mendatangi gedung MA. 

    "Kami juga adalah warga negara yang memiliki hak untuk mendatangi MA. Kami kan dapat info kalau Setya bertemu Hatta Ali agar bisa lolos dari praperadilan. Untuk itu, kami konfirmasi," ucapnya.
    Baca juga: Efek Novanto Tersangka, Politikus Ini Deklarasi Gerakan Golkar Bersih

    Ahmad menuding pengurus Partai Golkar yang terus mempertahankan Setya justru mendukung perilaku korupsi. 

    "Ini kan keliru, yang sudah jelas berstatus tersangka, malah dipertahankan dan dibela, sedangkan yang ingin membersihkan citra partai justru diancam sanksi bahkan pemecatan," tuturnya.

    Dalam rilisnya awal Agustus lalu, GMPG menyampaikan 17 nama yang ikut mendukung gerakan tersebut. Sejumlah pengurus dan figur penting di Partai Golkar tercatat di dalamnya, di antaranya Yorris Raweyai, Nusron Wahid, Agus Gumiwang Kartasasmita, Bambang Soesatyo, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.