Dimas Kanjeng Taat Pribadi Siap Hadapi Tuntutan Jaksa Besok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanjeng Dimas Taat Pribadi di dalam sel Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo, 9 Februari 2017. Terdakwa kasus pembunuhan dan penipuan ini mulai menjalani persidangan Kamis ini. TEMPO/David Priyasidharta

    Kanjeng Dimas Taat Pribadi di dalam sel Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo, 9 Februari 2017. Terdakwa kasus pembunuhan dan penipuan ini mulai menjalani persidangan Kamis ini. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Probolinggo - Kuasa hukum terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Mohamad Soleh, memastikan kliennya bisa menghadiri sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa besok, 15 Agustus 2017. Terdakwa Taat Pribadi akan mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam kasus penipuan.

    "Dimas Kanjeng siap menghadapi sidang tuntutan Selasa besok," kata Soleh dihubungi Tempo, Senin siang, 14 Agustus 2017.  Menurut Soleh, kliennya sudah sehat dan siap untuk mengikuti persidangan.

    Baca juga: Dimas Kanjeng Taat Pribadi Siap Gandakan Uang di Sidang

    Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kraksaan, Januardi mengatakan jaksa juga siap dengan surat tuntutannya yang akan dibacakan dalam persidangan besok. "Sidang tuntutan Taat Pribadi digelar besok," kata Januardi melalui pesan WhatsApp kepada Tempo, Senin siang ini.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Taat Pribadi yang sedianya menghadiri sidang tuntutan pada Selasa pekan kemarin, tidak bisa hadiri karena sakit. Padahal jaksa sudah siap untuk membacakan tuntutannya pada Selasa pekan kemarin. Akhirnya, majelis hakim yang diketuai Basuki Wiyono menunda sidang dengan agenda tuntutan yang dijadwalkan pada Selasa besok, 15 Agustus 2017.

    Selain harus menghadapi perkara pidana penipuan, Taat Pribadi dijerat kasus pembunuhan. Dalam kasus pembunuhan yang perkaranya sudah diputus, Taat Pribadi divonis 18 tahun penjara. Baik terdakwa maupun jaksa, sama-sama mengajukan banding atas putusan hakim itu.

    Dalam kasus penipuan yang dihadapi kliennya tersebut, Soleh optimistis. "Saya sebagai kuasa hukum Taat Pribadi, menghadapi tuntutan penipuan ini jauh lebih mudah ketimbang dalam kasus pembunuhan," kata dia pekan lalu. Sebab dalam kasus penipuan terdebut, Soleh mengatakan, tidak tergambar ihwal Dimas Kanjeng Taat Pribadi pernah ketemu Prayitno Suprihadi, yang merupakan pelapor dalam kasus tersebut.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.