Jokowi: Mana yang Bener? Saya Ini Ndeso, Diktator Apa Otoriter...  

Reporter

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Museum Keris Kota Surakarta, 9 Agustus 2017. Foto: Dinda Leo Listy

TEMPO.CO, SOLO - Presiden Joko Widodo beberapa kali menyebut kata diktator dan otoriter dalam pidatonya saat berada di Solo hari ini, Rabu 9 Agustus 2017. Pertama saat membuka Simposium Internasional Mahkamah Konstitusi di Universitas Sebelas Maret Solo, lalu saat meresmikan Museum Keris di kota ini juga.

Presiden mengucapkan itu untuk merespon kritikan soal diktator yang ramai di sosial media. Disebutkan, Presiden Jokowi bertindak layaknya seorang diktator, karena kebijakan pemerintahannya disebut semena-mena dan tidak pro rakyat kecil.

BACA: Jokowi: Wajah Begini Kok Dibilang Diktator

Presiden Jokowi juga disebut diktator dan otoriter karena menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau Perpu Ormas.Perppu tersebut, salah satunya, berfungsi membubarkan ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Korban pertama aturan itu Hizbut Tahrir Indonesia yang hendak mendirikan kekhalifahan di Indonesia.

BACA: Jokowi Tak Bisa Asal Cabut Izin HTI dengan Perpu Ormas

Tudingan diktator juga mengarah terbitnya UU Penyelenggaraan Pemilu. UU yang menetapkan ambang batas presidensial 20 persen itu dianggap sebagai upaya Presiden Joko Widodo untuk menahan kemungkinan adanya calon presiden lain pada pemilu 2019.

Menanggapi itu Jokowi hanya tertawa. Presiden lalu menanyakan langsung kepada wartawan, apakah wajahnya terlihat seperti diktator. Jokowi mengaku bertanya itu karena sejak awal maju menjadi presiden hingga terpilih dengan suara terbanyak, masyarakat masih menyebutnya Jokowi dengan sebutan "ndeso" dan klemar-klemer.

BACA: Presiden Jokowi: Konsisten, Presidential Threshold 20 Persen

"Ya memang tidak ada. Yang pertama saya ingin sampaikan ya, awal-awal kan banyak yang menyampaikan, katanya saya kan ndeso, gitu ya. Ada yang menyampaikan itu, presiden ndeso, presiden klemar-klemer tidak tegas. Eh, begitu kita menegakkan UU (Ormas) balik lagi, loncat menjadi otoriter, menjadi diktator." kata Jokowi sambil tersenyum lalu menambahkan. " Jadi yang benar yang mana? Yang klemar-klemer, yang ndeso atau yang diktator, atau yang otoriter?"

BACA: Pertemuan Cikeas Diapresiasi, Jokowi: Tidak Ada Kekuasaan Absolut

Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara hukum yang demokratis dan dijamin oleh konstitusi. Dia menjamin, tidak ada pemimpin yang diktator atau pemerintahan yang otoriter. "Negara kita negara hukum yang demokratis, lembaga-lembaga mempunyai peran sendiri-sendiri. Mana yang mengontrol, mana yang mengawasi, mana yang apa, melakukan, melaksanakan program-program yang ada. Eksekutif misalnya," kata Jokowi.

Jokowi juga menerangkan bahwa ada juga selain lembaga-lembaga negara tadi yang akan mengawasi jalannya pemerintah, seperti misal media massa. "Ada pers, media, ada LSM ada masyarakat sendiri yang langsung mengawasi. Jadi tidak akan ada yang namanya diktator dan otoriter " kata Jokowi
.

DINDA LEO LISTY






Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

13 jam lalu

Polri Sebut Aturan Pengamanan Sepak Bola Belum Selaras dengan Regulasi FIFA

Mabes Polri yang diwakilkan Wakil Komandan Korps Brimob menyatakan sudah ada prosedur pengamanan, tapi belum selaras dengan FIFA.


Anggaran KUR Pertanian 2023 Akan Ditambah Jadi Rp 100 T, Mentan: Terobosan Jokowi yang..

14 jam lalu

Anggaran KUR Pertanian 2023 Akan Ditambah Jadi Rp 100 T, Mentan: Terobosan Jokowi yang..

Pemerintah akan menambah alokasi anggaran KUR di sektor pertanian tahun depan menjadi Rp 100 triliun. Apa sebabnya?


Mentan Akan Tarik Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

16 jam lalu

Mentan Akan Tarik Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

Mentan mengaku, ia telah menyampaikan keinginan itu sejak bertahun-tahun lalu.


Penjelasan Setpres soal Momen Jokowi Tak Salami Kapolri di HUT TNI

17 jam lalu

Penjelasan Setpres soal Momen Jokowi Tak Salami Kapolri di HUT TNI

Kejadian tersebut terjadi selepas Jokowi menyaksikan parade defile dari TNI dari atas mimbar yang ada di depan Istana.


Bicara Konflik Geopolitik, Jokowi: Multilateralisme Jalan Paling Efektif

17 jam lalu

Bicara Konflik Geopolitik, Jokowi: Multilateralisme Jalan Paling Efektif

Jokowi menganggap tidak ada satu masalah pun yang bisa diselesaikan sendiri oleh satu negara atau beberapa negara.


PSSI Sebut FIFA Akan Beri Pendampingan untuk Reformasi Sepak Bola Indonesia

18 jam lalu

PSSI Sebut FIFA Akan Beri Pendampingan untuk Reformasi Sepak Bola Indonesia

Presiden Jokowi sebelumnya meminta agar stadion di Indonesia untuk diaudit. PSSI menyatakana akan melibatkan FIFA.


Ide Gila Memperpanjang Kekuasaan Jokowi

18 jam lalu

Ide Gila Memperpanjang Kekuasaan Jokowi

Gagasan memperpanjang kekuasaan Presiden Jokowi tak pernah berhenti. Belakangan, muncul rencana mendorong Jokowi berlaga dalam Pemilu 2024.


Ini Kata Anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan Soal Kehadiran Anak di Stadion

19 jam lalu

Ini Kata Anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan Soal Kehadiran Anak di Stadion

Dalam tragedi Kanjuruhan tidak hanya penonton dewasa yang meninggal, tapi juga ada anak-anak.


Anies Baswedan Lengser 10 Hari Lagi, PSI Desak Tito Karnavian Umumkan Penggantinya

21 jam lalu

Anies Baswedan Lengser 10 Hari Lagi, PSI Desak Tito Karnavian Umumkan Penggantinya

Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mendesak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sesegera mungkin mengumumkan pengganti Anies Baswedan.


Teken Kepres TGIPF Kanjuruhan, Jokowi Jamin Keamanan Anggota Tim

23 jam lalu

Teken Kepres TGIPF Kanjuruhan, Jokowi Jamin Keamanan Anggota Tim

Presiden Jokowi resmi meneken Kepres TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang diketahui Mahfud Md. Tim dijamin keamanannya dalam melaksanakan tugas.