Jokowi Ingatkan Warga yang Agunkan Sertifikat Tanah ke Bank

Reporter

Editor

Budi Riza

Presiden Jokowi berbicara kepada media di Istana Malacanang di Manila, Filipina, 28 April 2017. Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-30. AP/Bullit Marquez

TEMPO.CO, Denpasar -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti warga yang mendapat sertifikat tanah dari pemerintah tidak buru-buru diagunkan ke bank. Kalaupun terpaksa digadaikan, masyarakat harus memanfaatkan betul uang hasil pinjaman itu.

"Hati-hati kalau ingin agunkan ke bank. Kalkukasi dulu bunga dan pokoknya, bisa nyicil enggak? Kalau enggak bisa, jangan dipaksakan," kata Jokowi saat acara penyerahan sertifikat tanah di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Jumat, 4 Agustus 2017.

Baca: Oesman Sampaikan Alasan Hanura Dukung Jokowi dalam Pilpres 2019
 
Jokowi mengatakan sertifikat yang diberikan adalah tanda bukti hak atas kepemilikan tanah. Sertifikat ini bisa menjadi agunan untuk mendapat modal usaha di bank. Namun masyarakat harus benar-benar mengkalkulasi kemampuan sebelum meminjam. Sebab, bila tidak mampu melunasi, sertifikat akan disita bank. "Hati-hati yang namanya pinjam ke bank itu harus mengangsur. Hati-hati jangan sampai sertifikatnya disita oleh bank," ujar Jokowi.
 
Bila sudah mendapat pinjaman, Jokowi berpesan agar uang pinjman digunakan untuk hal-hal produktif  bukan untuk kegiatan konsumtif seperti membeli mobil atau motor. Boleh saja membeli kendaraan, asalkan uang yang digunakan berasal dari keuntungan, bukan dari pinjaman.

Baca: Dukung Jokowi Maju Pilpres 2019, Hanura Siap Kawal Pemerintahan

"Apalagi kalau untuk adu ayam, itu enggak boleh, lebih ngeri lagi. Jadi hati-hati betul, karena kita sudah usahakan saudara-saudara mendapatkan sertifikat ini," kata Jokowi.
 
Dalam acara tersebut, ada 5.903 sertifikat yang diserahkan pada warga Bali. Merekan berasal dari berbagai kabupaten yang ada di Bali. Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofjan Djalil, mengatakan pada 2017 ini, akan ada 200 sertifikat yang akan dibagikan pada warga Bali. "Dan pada 2019, targetnya tidak ada sejengkal tanah pun di Bali yang tidak bersertifikat," kata Sofjan.
 
Di Indonesia, ada 126 juta bidang tanah yang harus disertifikasi. Di sisi lain yang diberikan baru 46 juta bidang lahan. Jokowi mengatakan, pemerintah menargetkan sertifikasi pada 2017 mencapai 5 juta bidang tanah di seluruh Indonesia. Pada 2018 target sertifikasi meningkat yakni 7 juta bidang tanah, dan pada 2019, ada target 9 juta bidang tanah yang tersertifikasi. 
"Saya yakin Menteri Sofyan ini kerja siang malam, bekerja untuk segera beri sertifikat kepada pemilik," kata Jokowi.
 

AMIRULLAH SUHADA






Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

12 jam lalu

Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

Riza Patria sebut dia dan Anies Baswedan mendukung Pj Gubernur DKI pilihan Jokowi menggantikan posisinya.


Tol Serpong - Balaraja Diresmikan, Grup Ciputra Siapkan Hunian Baru Seluas 350 Hektare

16 jam lalu

Tol Serpong - Balaraja Diresmikan, Grup Ciputra Siapkan Hunian Baru Seluas 350 Hektare

Grup Ciputra menyambut beroperasinya Tol Serpong - Balaraja seksi 1A dengan menyiapkan proyek terbarunya, CitraGarden Serpong.


Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

18 jam lalu

Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pengarah pencapaian SDGs 2024. Apa sasarannya?


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

1 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Terima Petani dan Buruh, Setpres Janjikan Aspirasi Soal Reforma Agraria Disampaikan ke Jokowi

1 hari lalu

Terima Petani dan Buruh, Setpres Janjikan Aspirasi Soal Reforma Agraria Disampaikan ke Jokowi

Kepala Setpres Heru Budi Hartono mengatakan pemerintah terus menginventarisasi sedikitnya 34 masalah terkait reforma agraria


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

1 hari lalu

Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

Kapolda Metro Fadil Imran tak mempermasalahkan ada demo berjilid-jilid setelah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM. Asal tak melanggar hukum.


Gelar Unjuk Rasa Tolak BBM Naik, Gerakan Rakyat Solo Bersatu Tuntut Jokowi Mundur

2 hari lalu

Gelar Unjuk Rasa Tolak BBM Naik, Gerakan Rakyat Solo Bersatu Tuntut Jokowi Mundur

Mereka menilai kebijakan yang diambil Jokowi justru menyebabkan tidak stabilnya perekonomian rakyat.


Dicalonkan Jadi Pengganti Anies Baswedan, Heru Budi: Hari Esok Penuh Misteri

2 hari lalu

Dicalonkan Jadi Pengganti Anies Baswedan, Heru Budi: Hari Esok Penuh Misteri

Heru Budi Hartono menyebut soal namanya yang digadang bakal jadi Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan masih misteri dan tak perlu dijawab.


Heru Tiap Hari Ketemu Jokowi, Tapi Klaim Belum Bicarakan Pj Gubernur DKI

2 hari lalu

Heru Tiap Hari Ketemu Jokowi, Tapi Klaim Belum Bicarakan Pj Gubernur DKI

Sebagai Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono hampir setiap hari bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Tapi sejak namanya resmi diusulkan sebagai calon Penjabat atau Pj Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan, Heru mengklaim belum ada membicarakan topik ini dengan kepala negara.