Mendagri Kaget Partai Hary Tanoe Dukung Jokowi pada Pilpres 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hary Tanoesoedibjo, didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea memberi keterangan pers usai membuat laporan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 5 Febuari 2016. Hary Tanoesoedibjo melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kasubdit penyidik tindak pidana korupsi Kejagung, Yulianto. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Hary Tanoesoedibjo, didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea memberi keterangan pers usai membuat laporan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 5 Febuari 2016. Hary Tanoesoedibjo melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kasubdit penyidik tindak pidana korupsi Kejagung, Yulianto. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku kaget dengan rencana Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang membahas dukungan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemilihan presiden 2019. Sebab, hal itu tak disinggung dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Hary Tanoe, kemarin.
     
    "Saya juga kaget beliau ngomong langsung di media ya," ujar Tjahjo saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 2 Agustus 2017, terkait dengan dukungan Hary Tanoe dan Perindo kepada Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

    Baca juga:
    Ray Rangkuti: Pilpres 2019 Pertarungan Jokowi dan Prabowo

    Sebagaimana diberitakan, hari ini, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe mengungkapkan dukungan kepada Presiden Jokowi akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional Perindo. Hal itu membuat berbagai pihak menganggap Perindo secara tak langsung sudah siap mendukung Presiden Jokowi pada 2019
     
    Jika hal itu terjadi, koalisi pemerintah akan semakin gemuk. Saat ini, sudah ada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai partai pendukung pemerintah.

    Baca pula:
    PKB Sodorkan Muhaimin Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

    Menurut Tjahjo, pertemuannya selama lima jam dengan Hary Tanoe kemarin hanya mengevaluasi kinerja Presiden Jokowi. Tak ada pembicaraan serius mengenai dukungan ke pemerintah, mengingat ada banyak gubernur di pertemuan itu.
     
    Perihal apakah nantinya dukungan Hary Tanoe dan partainya kepada Jokowi itu akan sepenuhnya terwujud, Tjahjo enggan berspekulasi. Ia menyarankan hal itu sepenuhnya ke mekanisme partai. "Ini kan juga mulai berkembang. Kabarnya, Hanura juga akan mengadakan rapat kerja nasional pada 5 Agustus nanti," ucapnya.
     
    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.