Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Saya Minta Masukan Dulu ke Kapolri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, 27 Juli 2017. Tempo/Destrianita

    Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, 27 Juli 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi enggan berkomentar banyak saat ditanya ihwal tindak lanjut penanganan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Novel Baswedan

    Setelah meluncurkan program vokasi di kawasan industri Cikarang, Jumat, 28 Juli 2017, Presiden Jokowi terlihat menahan jawaban terhadap pertanyaan yang dilontarkan awak media. "Nanti. Saya minta masukan dulu ke Kapolri," kata Jokowi. 

    Baca: 105 Hari Pelaku Tak Terungkap, Novel Baswedan: Kami Tidak Gentar

    Kepala Negara tak menjawab saat ditanya apakah akan membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap sosok penyerang Novel. Presiden hanya tersenyum membalas pertanyaan media. 
     
    Wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta polisi segera menemukan pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel. Pekan ini kasus Novel sudah memasuki 108 hari dan belum ada titik terang.

    Simak: Novel Baswedan Dilaporkan ke Polisi, KPK Yakin Polisi Profesional

    Pengurus wadah pegawai KPK, Yadyn, di gedung KPK, beberapa waktu lalu meminta dibentuk tim pencari fakta atau melaporkan kejadian penyerangan terhadap Novel Baswedan sebagai tindak kejahatan luar biasa.

    Novel Baswedan diserang orang tak dikenal pada 11 April 2017 sepulang salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Hingga kini, kondisi kedua mata Novel yang terkena air keras belum sembuh.

    Lihat: Soal Jenderal Polisi dalam Kasus Novel Baswedan, Ini Kata Kapolri

    Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan lembaganya memiliki agenda yang belum sempat dijalani dengan Kepolisian RI. Agenda itu adalah memeriksa Novel di Singapura. "Saya akan dampingi, tapi belum ada jadwal yang pasti," katanya. 

    ADITYA BUDIMAN | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.