Setya Novanto Siapkan Amunisi Ajukan Praperadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COJakarta - Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, mengatakan saat ini masih mengkaji surat penetapan kliennya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nantinya, kata dia, hasil kajian itu akan menjadi dasar pengajuan praperadilan.

    Firman tidak mengatakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengkaji dokumen tersebut. Namun ia memastikan proses pengkajiannya butuh waktu tidak sebentar. "Kami juga baru terima suratnya tadi malam," ujarnya saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Juli 2017.

    Baca: Berstatus Tersangka, Setya Novanto Hadiri Paripurna RUU Pemilu

    KPK mengirim surat penetapan tersangka Setya Novanto pada Selasa, 18 Juli 2017, selang sehari setelah diumumkan. Surat itu dikirim ke kediaman Setya, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Menurut Firman, keputusan penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP itu kontroversial. Karena itu, ia memutuskan mempelajari aspek formal dan substansinya. "Saya melihatnya ada legal premature," katanya.

    Dugaan itu muncul, kata Firman, karena KPK menjadikan keterangan saksi dalam persidangan kasus korupsi e-KTP sebagai bukti penetapan Setya sebagai tersangka. Padahal, dia menambahkan, kasus tersebut belum diputus di persidangan.

    Baca juga: Setya Novanto Lakukan Perlawanan Tantang KPK Adu Bukti

    Dia mengatakan strategi splitsing perkara tersebut berpotensi menghadirkan dualisme peradilan. "Di satu sisi peradilan masih bekerja, di sisi lain KPK menggunakan saksi itu juga," katanya.

    Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP karena diduga menyelewengkan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya diduga berperan dalam proses penganggaran dan pengadaan e-KTP, serta pengaturan pemenang tender proyek senilai Rp 5,9 triliun. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian Rp 2,3 triliun.

    VINDRY FLORENTIN

    Video Terkait:
    Setya Novanto Tersangka, Airlangga Hartarto: Golkar Berjalan seperti Biasa




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.