Selasa, 20 Februari 2018

KPK Jelaskan Bagaimana Setya Novanto Ditetapkan Tersangka E-KTP  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 18 Juli 2017 00:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KPK Jelaskan Bagaimana Setya Novanto Ditetapkan Tersangka E-KTP  

    Ketua DPR Setya Novanto (tengah) memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 14 Juli 2017. Setya Novanto diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP (KTP Elektronik) dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta  - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mempunyai banyak  barang bukti penetapan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penyidik telah menemukan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status politikus Golkar itu menjadi tersangka.

    "SN (Setya Novanto) melalui AA (Andi Agustinus) diduga memiliki peran, baik dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran di DPR dan pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP," kata Agus di kantornya, Senin, 17 Juli 2017.

    Baca: Setya Novanto Jadi Tersangka, Nurul Arifin Kaget dan Prihatin

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, ada banyak bukti yang sudah diajukan KPK di persidangan dua terdakwa e-KTP, yakni Irman dan Sugiharto. Setelah dianalisis, dari berbagai barang bukti itu ada yang bisa dijadikan bukti permulaan untuk menaikkan status Setya menjadi tersangka.

    "Dua alat bukti itu bisa dari keterangan saksi, bukti surat, keterangan ahli, termasuk petunjuk dalam keterangan terdakwa," kata sembari menyebut bukti yang telah diajukan ke persidangan e-KTP berasal dari lebih dari 100 saksi dan ribuan bukti surat. "Ada lebih dari 6.000 alat bukti," katanya.

    Simak: Jadi Tersangka, Ini 5 Peran Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

    Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan karena jabatannya. Perbuatannya mengakibatkan negara rugi Rp 2,3 triliun.  Atas perbuatannya, Setya disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Video Terkait:
    KPK Tetapkan Setya Novanto sebagai Tersangka Korupsi E-KTP




     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.