Saparinah Sadli Terima Penghargaan Roosseno Award

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saparinah Sadli di kantor Tempo, Velbak, Jakarta (21/3). (Tempo/Ratih Purnama)

    Saparinah Sadli di kantor Tempo, Velbak, Jakarta (21/3). (Tempo/Ratih Purnama)

    TEMPO.CO, Jakarta - Biro Oktroi Roosseno yang merupakan biro konsultan hak kekayaan intelektual menyelenggarakan penghargaan Roosseno Award VII. Ajang ini merupakan pemberian penghargaan kepada para pelaku penelitian dan tokoh Indonesia yang memiliki semangat learning by doing.

    Tahun ini, pihak panitia memilih Saparinah Sadli sebagai penerima penghargaan. "Saparinah dipilih sebagai tokoh perempuan yang memperjuang hak-hak perempuan dan kesetaraan gender," Pengarah Panitia Roosseno Award, Inda Citraninda Noerhadi, saat ditemui di Roosseno Plaza Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 15 Juli 2017.

    Baca: Menteri Basuki Terima Penghargaan dari Insinyur Sipil Jepang

    Inda menuturkan sosok Saparinah yang berkiprah di bidang kesetaraan perempuan sejak lama. Bahkan ia juga merupakan salah satu inisiator berdirinya lembaga Komnas Perempuan saat terjadinya kekerasan seksual kepada perempuan dari etnis Tionghoa.

    Saat menerima penghargaan, Saparinah Sadli mengaku bingung. "Terus terang saat diberitahu oleh panitia saya rada bingung," ujarnya. Sebab, selama ini, dia menganggap penghargaan ini merupakan penghargaan kepada para peneliti atau orang yang berkecimpung di bidang teknologi, sementara dia tidak.

    "Aku selalu datang ke penghargaan (Roosseno) untuk peneliti, saya bukan peneliti."

    Baca: Menteri Susi Terima Penghargaan Maritim Dunia

    Adapun saat ditanyakan ke pihak panitia, tujuan acara penghargaan ini adalah menumbuhkan generasi muda yang fokus ke penelitian, karena jarang orang melakukannya dan membutuhkan biaya yang besar.

    Pada awalnya ajang ini menyelenggarakan program bantuan dana penelitian selama 2011-2013. Namun pada 2014, Roosseno Award mulai diberikan kepada perseorangan dan dimulai dari penghargaan yang diberikan kepada Presiden ke-3 Indonesia, B.J Habibie, yang dinilai telah memberi inspirasi kepada bangsa Indonesia di bidang teknologi.

    Setelah Habibie, berturut-turut penerima penghargaan ini diberikan kepada Franz Magnis Suseno untuk bidang kemanusiaan. Lalu kepada Wiratman Wangsadinata di bidang rekayasa struktural teknik sipil, dan berikutnya ke Saparinah Sadli.

    Baca: Kakao Raih Penghargaan dan Sertifikasi Internasional

    Simak berita tentang penghargaan lainnya hanya di Tempo.co.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.