57 Jurnalis Terima Kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama penerima Kartu Wartawan Utama Dewan Pers, Hotel Aryaduta, Gambir, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama penerima Kartu Wartawan Utama Dewan Pers, Hotel Aryaduta, Gambir, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 57 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia menerima penghargaan dari Dewan Pers berupa Sertifikat Kompetensi dan Kartu Wartawan Utama. "Para wartawan ini adalah orang-orang yang sudah 30 tahun berkarya di bidang jurnalistik secara terus-menerus serta tidak pernah berhenti, dan usia mereka minimal 55 tahun," kata Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat malam, 14 Juli 2017.

    Ia menjelaskan, Dewan Pers memberikan keistimewaan kepada 57 wartawan penerima penghargaan itu, atas dedikasi mereka di bidang jurnalistik. "Mereka berasal dari Aceh hingga Papua, dan dipilih dari total 47.000 media yang ada di Indonesia," tuturnya.

    Baca juga:

    Dewan Pers: Penyebaran Berita Bohong dalam Tahap Serius  

    Yosep menjelaskan, pemberian penghargaan berupa sertifikat dan Kartu Wartawan Utama berdasarkan dedikasi, hanya akan dilakukan hingga 2017. "Tahun depan semua wartawan harus ikut uji kompetensi," kata dia, kemudian.

    "Dengan diterimanya sertifikat dan Kartu Wartawan Utama ini, para jurnalis diharapkan bisa menjaga kemerdekaan pers dalam jalur yang baik," kata Yosep.

    Selain para petinggi media, pemberian penghargaan oleh Dewan Pers itu juga dihadiri Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?