4 Tersangka Pungli Pelabuhan Samarinda Diserahkan ke Kejaksaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Samarinda –Perkembangan kasus pungutan liar di Pelabuhan Palaran, Kota Samarinda yang melibatkan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudera Sejahtera (Komura) dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) kembali mengemuka.

    Empat orang tersangka, yakni Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar bersama sekretarisnya Dwi Hari Winarno dan Ketua PDIB Heri Susanto alias Abun bersama Sekretaris KSU PDIB Noor Asriansyah dibawa ke Samarinda oleh Unit Direktorat Tindak Pidana Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Samarinda, Kamis, 13 Juli 2017.

    “Kalau sudah diserahkan tahap dua, berarti sudah lengkap berkasnya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Retno Harjantari Iriana.

    Selain keempat tersangka, Kejaksaan Negeri Samarinda menerima barang bukti berupa uang sebesar Rp 259.470.712.473, lima unit kendaraan roda empat, enam unit kendaraan roda dua, serta satu unit rumah dan tanah.

    Ketiga tersangka, kecuali Noor dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. “Untuk Noor Asriansyah hanya dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan,” ucap Retno.

    SAPRI MAULANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.