Tak Maju Lagi Pilwalkot Bandung, Ridwan Kamil: Satu Periode Saja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil memimpin deklarasi #BDGHantamHoax di Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 20 Februari 2017. Dlaam acara ini masyarakat diingatkan untuk selalu memikirkan dan mengkonfirmasi ulang berita-berita hoax sebelum membaginya di media-media sosial. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil memimpin deklarasi #BDGHantamHoax di Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 20 Februari 2017. Dlaam acara ini masyarakat diingatkan untuk selalu memikirkan dan mengkonfirmasi ulang berita-berita hoax sebelum membaginya di media-media sosial. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam bursa perebutan calon Wali Kota Bandung periode selanjutnya.

    "Dulu, saya niatnya juga tidak untuk dua periode. Saya menjadi wali kota niatnya untuk membangun fondasi pembangunan kota yang kokoh, bukan untuk menyelesaikan semua urusan selama 10 tahun," ujarnya di Bandung, Senin, 10 Juli 2017.

    Baca: Pilgub Jawa Barat, Ridwan Kamil Disebut Akan Gandeng Kiai Asep

    Wali Kota yang akrab disapa Emil itu mengaku urusan Kota Bandung yang selama ini menjadi tanggung jawabnya sudah mau rampung. "Janji-janji politik saya insya Allah tercapai, tidak ada yang tercederai," katanya.

    Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Emil mendeklarasikan diri maju di bursa pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Emil diusung Partai Nasional Demokrat. Hingga kini, dukungan dari partai belum bertambah.

    "Ya, kita tunggu saja, peluang masih terbuka lebar. Kan saya maju di pilgub belum tentu lolos karena dukungan partai baru lima kursi. Kalau tidak lolos, ya, saya kembali menjadi warga biasa saja," ujarnya.

    Emil mengatakan tidak terlalu menempatkan hasrat politiknya untuk menjadi kepada daerah. Buktinya, kata Emil, ketika sempat ditawari untuk maju mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, dia malah menolaknya dengan alasan masih mengemban kewajiban menjadi Wali Kota Bandung.

    "Kalau saya ambisi politik, saya pernah ditawari di Jakarta, pasti saya ambil, kan keren jadi gubernur Jakarta. Kalau mengejar hasrat politik, pasti seperti itu, tapi kan saya tidak ambil. Jadi, kalau ada yang berargumen saya ambisi politik banget, pakai aja logika," ucapnya.

    Simak pula: Ridwan Kamil Terima Pinangan NasDem, Gerindra: Ada Intimidasi

    Disinggung ihwal peluangnya maju dalam pilgub Jawa Barat 2018, Emil mengatakan komunikasi dengan beberapa partai politik masih terjalin dengan baik.

    "Politik itu cair, tidak ada kawan dan tidak ada lawan, jadi sedang berproses. Intinya, setiap ada berita yang sudah valid, saya akan sampaikan. Namun hingga hari ini belum ada berita, masih sebatas lobi-lobi," kata Ridwan Kamil.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.