Polres Boyolali Meringkus 7 Perampok Sadistis di Lereng Merapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polres Boyolali bekuk kawanan perampok sadis di lereng Gunung Merapi. Dalam aksinya, mereka tidak segan menembak korbannya dengan senjata api rakitan. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    Polres Boyolali bekuk kawanan perampok sadis di lereng Gunung Merapi. Dalam aksinya, mereka tidak segan menembak korbannya dengan senjata api rakitan. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    TEMPO.CO, Boyolali – Aparat Kepolisian Resor Boyolali meringkus kawanan perampok lintas kota yang kerap beraksi di lereng Gunung Merapi. Dalam aksinya, kawanan perampok itu tidak segan membunuh korbannya menggunakan senjata api rakitan.

    “Kelompok ini terdiri dari tujuh orang, satu di antaranya perempuan. Mereka berasal dari Semarang, Salatiga, Magelang, dan Boyolali,” kata Kepala Polres Boyolali Ajun Komisaris Besar Aries Andhi, Ahad, 9 Juli 2017.

    Baca: Perampok Satroni Kantor Dinas Kesehatan, Gondol Rp 440 Juta

    Kawanan perampok itu adalah Rasidi alias Kantong, 42 tahun, Suyatno alias Remos (43), Mulyadi (35), Agung Hariyanto (32), Nugroho (35), Randi (32), dan Triyani alias Anik (31). Aries berujar Triyani bertugas mencari calon korban sekaligus mensurvei rumahnya.

    Pada 3 Juni lalu, Rasidi bersama Setiyono merampok rumah Suparno, 62 tahun, warga Desa Paras, Kecamatan Cepogo. Karena berusaha melawan, anak Suparno, Tri Darmoko, 30 tahun, tewas ditembak Rasidi menggunakan pipa besi yang dirakit menjadi senjata api berpeluru kaliber 38 spesial.

    Simak: Sekap 11 Karyawan, Perampok di Subang Gasak Uang Rp 2 Miliar

    Rasidi dan Setiyono nekat merampok Suparno setelah mendapat informasi dari Triyani. Kepada dua rekannya, Triyani mengatakan Suparno adalah pedagang di Pasar Cepogo yang membawa banyak uang tiap pulang. “Mereka gagal merampok karena mendapat perlawanan,” kata Aries.

    Dalam kurun tiga bulan, Aries berujar, kawanan perampok itu sudah empat kali beraksi. Tiga kali di Kecamatan Cepogo dan satu kali di Kecamatan Kemusu. Selain senjata api rakitan, mereka membawa airsoft gun, pedang samurai, sangkur, hingga botol penyemprot berisi air cabai.

    Menurut Aries, Rasidi cs tidak segan menganiaya korbannya. Atas perbuataannya, para perampok itu dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Podana tentang pencurian dengan pemberatan dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

    Lihat: Kawanan Perampok di Rokan Hulu Kuras Harta dan Ambil 4 Sapi

    Ancaman pidananya maksimal tujuh dan sembilan tahun penjara. “Karena juga membunuh, ancaman pidana untuk Rasidi bisa maksimal 20 tahun penjara,” kata Aries.

    Kepada wartawan, Rasidi mengaku mendapat senjata api rakitan itu dari seorang temannya yang bernama Jon. “Saya pinjam senjata itu dari Jon,” kata lelaki bertubuh gempal dan berambut gondrong itu sambil terus meringis kesakitan karena luka tembak di kaki kanannya.

    Jon itu hingga kini masih menjadi buron Polres Boyolali. Adapun Triyani mengaku terpaksa bergabung dalam komplotan perampok Rasidi karena dia punya utang Rp 140 juta. “Dulu saya jadi korban penipuan penggandaan uang. Akhirnya saya kenal dengan Mas Rasidi. Saya diberi Rp 300 ribu saat aksi pertama,” kata Triyani.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.