Poster Gadis Alifta yang Hilang Disebar di Stasiun Tugu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hilang. Offside.com.cy

    Ilustrasi wanita hilang. Offside.com.cy

    TEMPO.CO, Jakarta -  Orangtua gadis 16 tahun yang hilang di Stasiun Tugu Yogyakarta, Alifta Nan Rahfaida, mulai menyebarkan pamflet untuk mencari keberadaan putrinya tersebut. Menurut Heri Dul, ayah Alifta, pamflet bertuliskan "Info Orang Hilang" itu disebarkan di sekitar Stasiun Tugu.

    "Saya sekarang di Stasiun Tugu untuk lebih banyak menyebarkan pamflet-pamflet," kata Heri saat dihubungi, Kamis, 6 Juli 2017.

    Selain menyebarkan pamflet, menurut Heri, ia juga meminta bantuan beberapa komunitas di media sosial Facebook untuk mencari Alifta. "Ada Info Kriminalitas dan Kecelakaan Jakarta lalu Info Cegatan Jogja. Mereka semua bahu-membahu untuk follow up informasi," tuturnya.

    Pada 4 Juli lalu, sekitar pukul 04.30, seorang gadis 16 tahun hilang di Stasiun Tugu Yogyakarta. Menurut sang ayah, Heri Dul, putrinya yang bernama Alifta Nan Rahfaida tersebut hilang setelah melaksanakan salat subuh di musala stasiun.

    Heri bercerita bahwa Alifta akan berlibur di Yogyakarta. "Dari Jakarta bersama kakeknya akan ke Wonosari," ujar warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, itu. Ketika tiba di stasiun sekitar pukul 04.00, Alifta dan sang kakek berpisah untuk salat subuh. Namun, usai salat, sang kakek tidak menemukan keberadaan Alifta.

    Menurut Heri, putrinya yang memiliki berambut sebahu itu mengenakan kaos biru tua saat hilang. Ia juga mengenakan tas ransel biru muda. Alifta yang berkulit sawo matang itu juga mengenakan celana jeans. Tubuh Alifta, kata dia, sedikit gempal. "Tingginya 155 centimeter. Rambutnya sedikit bergelombang," tuturnya.

    Heri berharap anaknya tersebut segera ditemukan. Dia pun berujar, apabila terdapat masyarakat yang menemukan putrinya dengan ciri-ciri yang telah ia sebutkan tadi, mereka dapat menghubungi Heri di nomor 08174857809 atau Nanan di nomor 085714684267.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.