Rayakan Kupatan di Pantai, 3 Warga Lumajang Tewas Tersapu Ombak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. gcaptain.com

    Ilustrasi. gcaptain.com

    TEMPO.CO, Lumajang -Tiga orang pengunjung Pantai Wotgalih di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang tewas tenggelam ditelan ombak, Senin, 3 Juli 2017. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, tiga korban adalah Ali, 35 tahun, warga Dusun Kebonan, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun; Rokin, 46 tahun, warga Dusun Kebonan, Desa Krai Kecamatan Yosowilangun dan satu orang lainnya belum teridentifikasi.

    Adapun satu korban yang berhasil selamat adalah Saiful, 21 tahun, warga Dusun Kebonan, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun.

    Kepala Pelaksana Harian BPBD Lumajang Teguh Widjoyono mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin siang ketika pantai Wotgalih sedang ramai-ramainya dikunjungi wisatawan lokal yang merayakan tradisi kupatan (Hari Raya Ketupat). "Hari ini adalah puncak perayaan kupatan," kata Teguh saat dihubungi Tempo.

    Baca: Seorang Remaja Hilang Ditelan Ombak di Sungailiat, Bangka

    Teguh menuturkan debur ombak sebenarnya tidak terlalu besar. Dia menduga korban terlalu masuk ke laut ketika ada ombak agak besar. "Akibatnya keempat korban terseret ombak. Satu orang berhasil menyelamatkan diri," ujar Teguh.

    Menurut Teguh pengelola pantai sebenarnya  telah menempatkan personil bersama dengan relawan BPBD Lumajang. Ada menara dari bambu juga untuk mengawasi aktivitas pengunjung pantai. Mungkin lantaran kejadiannya begitu cepat, kata Teguh, sehingga korban yang terseret ombak tidak sempat tertolong. "Para korban sudah dimakam siang itu juga," katanya.

    Simak: 5 Santri Tergulung Ombak, Pesantren di Depok Kirim 6 Ambulan

    Ada tiga pantai yang banyak dikunjungi wisatawan lokal, yakni Pantai Wotgalih, Pantai Dampar dan Pantai Bambang. Bahkan ada kelompok warga yang merayakan kupatan hingga malam hari. "Minggu malam kemarin bahkan ada yang memotong kambing di Pantai Bambang," kata Teguh.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.