Mudik 2017, Daftar Titik Rawan Longsor di Jalur Jawa Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 5 Juni 2017. Jalur lintas selatan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi rute pemudik pada arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1438 H, selain jalur Pantura Jawa atau jalan Tol Palimanan. ANTARA FOTO

    Sejumlah kendaraan melintas di jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 5 Juni 2017. Jalur lintas selatan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi rute pemudik pada arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1438 H, selain jalur Pantura Jawa atau jalan Tol Palimanan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Intensitas curah hujan pada Juni 2017, termasuk periode mudik 2017, di beberapa wilayah menunjukkan peningkatan. Wilayah itu meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah bagian selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur bagian barat.

    “Perlu diwaspadai potensi gerakan tanah atau longsor di jalur jalan dan zona lain yang termasuk zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi,” kata Kepala Badan Geologi Ego Syahrial, Selasa, 20 Juni 2017.

    Baca: H-5, Arus Mudik 2017 di Nagreg Meningkat 48 Persen

    Badan Geologi membuat peta titik rawan gerakan tanah/tanah longsor pada jalur jalan di Jawa Bagian Barat terkait dengan arus mudik Lebaran 2017.

    Berikut ini titik rawan gerakan tanah dan longsor tersebut yang berpotensi terjadi dengan skala menengah hingga tinggi.

    1. Jalur Ciawi-Cianjur, berpotensi longsor di Ciloto (Kilometer 88), Megamendung (Km 124), serta Puncak Pass
    2. Jalur Jonggol-Cariu-Cianjur, titik rawan di daerah Cariu, Citaman dan Cimahi
    3. Jalur Rangkasbitung-Bogor di Cipanas dan Lawangtaji
    4. Jalur Sukabumi-Pelabuhanratu di Warungkiara
    5. Jalur Cianjur-Sindangbarang di daerah Pagelaran dan Tanggeung
    6. Jalur Bandung-Cianjur di Citatah Km 28,5 dan Cipatat
    7. Jalur Bandung-Garut di Cimuncang (Km 11 dan 12) serta Nagreg
    8. Jalur Garut-Tasikmalaya di Tenjowaringin Km 22,15 dan Cigangsa Km 15,1
    9. Jalur Garut-Pameungpeuk di Km 27-28 Cisompet
    10. Jalur Sumedang-Subang di Tanjungmedar
    11. Jalur Padalarang-Purwakarta di Cianting, Wado, Cigentur, dan Nyalindung
    12. Jalur Bandung-Sumedang-Kadipaten di daerah Cadas Pangeran, Nyalindung, dan Tomo
    13. Jalur Ciamis-Kuningan di daerah Panawangan
    14. Jalur Banjar-Pangandaran di Km 3,8
    15. Jalur Majenang-Banjar di daerah Cikukun
    16. Jalur Nagreg-Malangbong di daerah Lewo Km 64

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.