Kondisi Mata Novel Baswedan, Jubir KPK: Mulai Membaik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah melakukan jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, 2 Juni 2017. KPK menetapkan anggota DPR fraksi partai Golkar Markus Nari sebagai tersangka atas kasus merintangi penyidikan pada kasus dugaan korupsi e-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah melakukan jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, 2 Juni 2017. KPK menetapkan anggota DPR fraksi partai Golkar Markus Nari sebagai tersangka atas kasus merintangi penyidikan pada kasus dugaan korupsi e-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyampaikan kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan mulai membaik menginjak hari ke 63 kesehatan. "Walaupun belum bisa melihat secara terang," kata Febri di gedung KPK, Selasa, 13 Juni 2017.

    Menurut Febri, hari ke 63 pascaperawatan mata Novel masih terdapat persoalan serius, terutama di mata kiri Novel. Namun demikian, kata Febri, dokter akan mencari jalan alternatif untuk proses penyembuhan tersebut.

    Baca: Teror Terhadap Novel Baswedan, KPK Berencana Bertemu Penyidik

    Sementara, kondisi mata kanan Novel, terang Febri, pertumbuhannya cukup bagus, walaupun belum bisa melihat secara terang. Hal tersebut disebabkan masih ada membran plasenta yang melapisi mata Novel.

    Dalam waktu sepekan kedepan, kata Febri, dokter akan mempertimbangkan untuk membuka membran mata sebelah kanan yang dilanjutkan dengan pengetesan pengelihatan dan tekanan mata.

    "Kondisi membran mata Novel sebelah kanan saat dilakukan tes, pengelihatannya mulai baik, dan kondisi kornea stabil. Ini diungkapkan dokter rumah sakit Singapura tempat Novel dirawat," kata Febri.

    Terkait koordinasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang ikut melakukan investigasi terhadap kasus Novel Baswedan, Febri mengatakan, KPK masih menunggu hasil investigasi Komnas HAM.

    Baca: 57 Hari Kasus Novel Baswedan, Lenyapnya Sidik Jari Mencurigakan

    Intinya, kata Febri, KPK masih menunggu rekomendasi, mengingat hal itu merupakan domain Komnas HAM. Mengingat, rekomendasi tidak hanya disampaikan kepada KPK, tapi juga kepolisian dan pihak lain. "Untuk rekomendasi yang diberikan kepada KPK akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan KPK," katanya.

    Febri menambahkan, pada prinsipnya secara kelembagaan KPK tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian, mengingat kasus ini sudah menjadi konsen dari kepolisian melalui tim khusus atas perintah Presiden. "Besar harapan pelaku penganiayaan terhadap Novel bisa ditemukan," kata Febri.

    ALBERT ADIOS GINTINGS | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.