Gerindra Bergabung ke Pansus Hak Angket KPK Meski Awalnya Menolak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Pimpinan Pansus hak angket KPK, Risa Mariska, Agun Gunanjar, Taufiqulhadi, dan Dossy Iskandar saat konferensi pers setelah rapat internal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 Juni 2017. Pansus hak angket diikuti tujuh dari sepuluh fraksi di DPR. TEMPO/Ahmad Faiz

    Pimpinan Pansus hak angket KPK, Risa Mariska, Agun Gunanjar, Taufiqulhadi, dan Dossy Iskandar saat konferensi pers setelah rapat internal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 Juni 2017. Pansus hak angket diikuti tujuh dari sepuluh fraksi di DPR. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta  - Fraksi Partai Gerindra menyatakan bergabung dengan panitia khusus hak angket KPK. Rencananya Fraksi Gerindra akan mengirimkan surat dan nama anggotanya yang akan duduk di pansus besok.

    Fraksi Gerindra beralasan keputusan bergabung  lantaran pansus hak angket  membacakan surat keterangan Miryam S. Haryani, saksi kasus korupsi e-KTP, yang menyatakan bahwa tidak ada anggota DPR yang menekan dirinya agar memberikan keterangan palsu.

    Baca: Pansus Hak Angket KPK, Saksi Korupsi E-KTP Terpilih Jadi Ketua

    Sedangkan penyidik KPK menyebut bahwa ada yang menekan Miryam, salah satunya politikus Gerindra, Desmond J. Mahesa. "Sehingga Fraksi Gerindra berpendapat perlu ada transparansi dalam penyelidikan tersebut serta menjaga keseimbangan pansus hak angket KPK," kata Sekretaris Fraksi Gerindra Fary Djemi Francis dalam keterangannya, Kamis, 8 Juni 2017.

    Sebelumnya dalam rapat perdana pansus hak angket kemarin, perwakilan Fraksi Gerindra adalah Wenny Warouw. Namun, belakangan diketahui bahwa saat itu Gerindra belum resmi bergabung. "Pada saat itu Fraksi Gerindra tidak mengirimkan wakil serta tidak pula mengusulkan nama untuk dicalonkan sebagai unsur pimpinan pansus hak angket," ucapnya.

    Simak: KPK Masih Meragukan Keabsahan Pembentukan Pansus Hak Angket

    Ketua pansus hak angket KPK Agun Gunanjar mengatakan  belum menerima surat dari Fraksi Gerindra. "Secara resmi belum ada," katanya dalam konferensi persnya Kamis siang.

    Sebelumnya, Fraksi Gerindra termasuk salah satu fraksi yang menolak hak angket. Bahkan saat rapat paripurna mereka sempat melakukan walk out. Dengan masuknya Gerindra, maka jumlah fraksi yang bergabung dalam pansus menjadi tujuh fraksi.  Fraksi tersebut adalah fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai NasDem, dan Partai Hanura.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.