Tak Tegas Tangani Persekusi, Kapolres Solok Dicopot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. ANTARA/Reno Esnir

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membenarkan pencopotan jabatan Kepala Kepolisian Resor Solok, Padang, Sumatera Barat, Ajun Komisaris Besar Susmelawati Rosya, dari jabatannya. Alasan pencopotan itu karena ketidaktegasan Rosya dalam menangani kasus main hakim sendiri (persekusi) terhadap dokter Fiera Lovita Sari oleh Front Pembela Islam (FPI).

    Baca: Tito Karnavian Copot Kapolres Solok, Terkait Penanganan Persekusi

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menurut Setyo, tak puas terhadap cara Rosya mengusut kasus tersebut. "Setelah bikin pernyataan, dianggap masalah ini (persekusi) tuntas selesai, itu yang Bapak Kapolri tidak berkenan. Dia (Tito) anggap masalah ini tidak tuntas ditangani," ujar Setyo seusai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 3 Juni 2017.

    Polri memang baru merotasi 80 perwira menengah (pamen) dan 29 perwira tinggi (pati) pada Jumat kemarin, 2 Juni 2017. Nama AKBP Rosya ada di antara mereka yang dirotasi. Rosya kini mengisi jabatan di Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

    Kapolri sebelumnya telah menyampaikan ancaman akan mencopot bawahan yang dinilainya tak tegas mengatasi kasus persekusi. Teguran pun sempat dilayangkan pada Polres Solok.

    Baca: Persekusi di Solok, Kapolri Ultimatum Polda dan Polres

    Teguran soal penanganan persekusi itu berujung pada pencopotan AKBP Rosya. Sebagai penggantinya, ditunjuk AKBP Dony Setiawan untuk menduduki jabatan Kapolres Solok. Dikutip dari surat telegram Kapolri Tito Karnavian Nomor ST/1408/VI/2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri yang terbit Jumat kemarin, Dony sebelumnya menjabat Kanit II Subdit IV Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.