Dibantu Rp 600 Juta, Ini Pujian Amien Rais untuk Sutrisno Bachir  

Reporter

Editor

Elik Susanto

Mantan Ketua Umum PAN Amien Rais memberikan klarifikasi soal aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir di rumahnya di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta, 2 Juni 2017. TEMPO/Arke

TEMPO.CO, Jakarta - Amien Rais menegaskan, persahabatannya dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin sebelum Partai Amanat Nasional (PAN) lahir pada 1998. Mantan Ketua MPR ini  mengenal Sutrisno sebagai pengusaha sukses saat itu. Amien Rais memuji, Soetrisno Bachir adalah tokoh yang sangat baik dan sering membantu orang yang membutuhkan.

Saking banyaknya yang dibantu, Amien Rais mengaku tidak tahun siapa saja yang pernah mendapat kebaikan Soetrisno Bachir.  "Dia selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan saya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan," kata mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional saat memberi keterangan soal aliran duit Rp 600 juta yang diduga terkait dengan pengadaan alat kesehatan (Alkes), yang menjerat mantan Meneteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Jumat, 2 Juni 2017.

Baca: Amien Rais Klaim Duit Rp 600 Juta Bantuan Sutrisno Bachir

Menurut Amien rais, dirinya memang pernah menerima bantuan keuangan untuk tugas operasionalnya sebagai Ketua PAN. Ini berkaitan dengan aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sejumlah Rp 600 juta antara 15 Januari-13 Agustus 2007.  "Karena itu terjadi sudah 10 tahun lalu, saya segera merefresh memori saya," kata Amien Rais.

Konferensi pers sekitar 10 menit itu berlangsung di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta Selatan, rumah Amien Rais. Pada waktu itu, kata Amien rais, Sutrisno Bachir akan memberikan bantuan untuk tugas operasional semua kegiatannya. "Sehingga tidak membebani pihak lain."

Baca: Dalam Sidang Siti Fadilah, Amien Rais Disebut Terima Duit Alkes Rp 600 Juta

Dalam kasus alkes, Siti Fadilah dituntut 6 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 1,9 miliar subsider 1 tahun kurungan. Dalam dakwaan pertama, Siti Fadilah dianggap merugikan keuangan negara senilai Rp 6,1 miliar.

"Aliran dana dari Mitra Medidua, supplier PT Indofarma Tbk, dalam pengadaan alkes dengan PAN, yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah), dan Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri," kata jaksa penuntut umum KPK, Iskandar Marwanto, saat membacakan tuntutan kepada Siti Fadilah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu malam, 31 Mei 2017.

ARKHELAUS

Video Terkait: Disebut Terima Rp 600 Juta, Amien Rais: Saya Hadapi dengan Berani








Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

1 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

11 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

12 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.


Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

14 jam lalu

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

Publik mendesak eks Jubir KPK, Febri Diansyah, mengundurkan diri jadi pengacara Putri Candrawathi. Apakah kuasa hukum diperbolehkan menolak klien?


Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

16 jam lalu

Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

Wali Kota Ambon selama dua periode ini didakwa telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di Pemkot Ambon.


KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

17 jam lalu

KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

KPK memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas Lampung (Unila) terkait tindak pidana suap yang melibatkan mantan Rektor Unila Karomani


KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

17 jam lalu

KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

19 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

19 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

20 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.