Sebut Polri Rekayasa Bom Kampung Melayu, Ahmad Rifai Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Facebook. telegraph.co.uk

    Ilustrasi Facebook. telegraph.co.uk

    TEMPO.COPadang - Menyebut Kepolisian RI pelaku rekayasa teror bom Kampung Melayu di Facebook, karyawan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatera Barat, Ahmad Rifa'i, meminta maaf kepada Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian. Rifa’i ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri karena status di Facebook-nya tersebut.

    Di dalam surat permintaan maaf yang ditulis di atas meterai Rp 6.000, Rifa'i mengaku keliru dan khilaf menulis pernyataan di Facebook terkait dengan teror bom Kampung Melayu yang telah merugikan dan mencemarkan nama baik institusi Polri. Ia mohon maaf dengan setulus-tulusnya. 

    "Surat dengan tujuan Kapolri itu sudah kami ajukan sejak Senin kemarin," ujar kuasa hukum Rifa'i, Ihsan Tanjung, kepada Tempo, Selasa, 30 Mei 2017.

    Dalam surat tersebut, Rifa'i mengatakan keluarganya membutuhkan kehadirannya. Istrinya sedang hamil lima bulan dan anaknya baru berusia lima tahun dan tiga tahun. Ia siap membuat perjanjian dan memenuhi segala persyaratan jika dibebaskan dan diizinkan pulang. 

    Berdasarkan surat penangkapan dengan Nomor SP.Kap/20/V/2017/Dittipidsiber, Rifa'i ditangkap karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA melalui media Facebook dengan nama Ahmad Rifa'i Pasra. 

    Ia diduga melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (b) angka (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 157 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 207 dan 208 KUHP.

    Ihsan mengatakan Rifa’i ditangkap anggota Krimsus Siber Mabes Polri di rumahnya di Jalan Sutah Syahrir, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Minggu, 28 Mei 2017, pukul 16.15 WIB. 

    Rifa'i dibawa ke Unit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa dari pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB. Kemudian Rifa'i ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

    "Sudah tiga hari ditahan. Kami berharap Kapolri bisa mengabulkan suratnya itu dan kami juga mengajukan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga. Semoga dikabulkan," ujar Ihsan. 

    Pada Selasa lalu, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan penyidik Bareskrim Polri menangkap seorang pengguna Facebook bernama Ahmad Rifa’i karena menyebarkan informasi bohong yang menyatakan peristiwa teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah rekayasa polisi.

    ANDRI EL FARUQI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.