Jusuf Kalla Hadiri Peluncuran Al-Quran Digital

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut meramaikan peluncuran Al-Quran digital yang disokong Partai Nasional Demokrat (NasDem). Selain dihadiri para kader dan pengurus Partai NasDem, sejumlah politikus dan menteri Kabinet Kerja ikut mendampingi wakil presiden.

    Penggagas Al-Quran digital persembahan Partai NasDem, Taufiqul Hadi, mengatakan bahasa terjemahan tak hanya dalam bentuk bahasa Indonesia, tapi juga bahasa daerah. Salah satu bahasa daerah yang digunakan ialah Sunda dan Minang.

    "Ini untuk menjaga eksistensi bahasa daerah," ucap Taufiqul di Jakarta, Ahad, 28 Mei 2017.

    Tampak hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Lalu Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

    Selain terjemahan Al-Quran dari bahasa daerah, ada sejumlah fitur lain. Beberapa di antaranya fitur petunjuk kiblat, murottal, dan penunjuk lokasi masjid terdekat.

    Jusuf Kalla mengapresiasi peluncuran Al-Quran digital, apalagi dilengkapi dengan terjemahan bahasa daerah. Menurut dia, di era digital saat ini pembuatan Al-Quran digital adalah hal yang lumrah. Ia menilai hampir semua lini kegiatan sehari-hari manusia menggunakan teknologi digital. "Kita tidak bisa hindari (teknologi digital)," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.