RUU Anti Terorisme, Wiranto: Pekan Depan Kelar

Reporter

Editor

Budi Riza

Menpolhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Albert/magang

TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, terus mendesak penyelesaian revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme).

RUU tentang pemberantasan terorisme yang sedang dibahas di DPR itu digenjot penyelesaiannya menyusul teror bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu lalu.

Baca: Revisi UU Anti-Terorisme, Fadli Zon: Ini Isu Sensitif

"Presiden juga sudah mendesak agar segera selesai. Mudah-mudahan minggu (pekan) depan kita sudah bisa selesaikan ini dengan teman-teman di DPR," kata Wiranto usai menghadiri diskusi yang diadakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu, 27 Mei 2017.

Teror yang terjadi di Indonesia dan berbagai lokasi di dunia beberapa waktu terakhir, menurut Wiranto memperkuat alasan penyelesaian pembahasan RUU tersebut. RUU Anti Terorisme yang sudah direvisi dan diperkuat pun dinilai bisa mendukung tatanan kerja sama Indonesia dengan negara lain yang memerangi radikalisme.

Baca: Revisi UU Antiterorisme, Kapolri Tito: Kuatkan Pencegahan Teror

"(Itu) untuk Indonesia agar tak jadi basis atau sasaran empuk terorisme. Di mana negara lain sudah memperkuat UU-nya, kita juga harus memperkuat," kata Wiranto.

Pembahasan RUU pemberantasan terorisme itu memang berlangsung alot karena sebagian isinya mendapat pro dan kontra. Soal Pasal 43a, misalnya, di mana penyidik diperbolehkan mencegah dan menempatkan orang yang diduga teroris di suatu tempat selama enam bulan.

Baca: Pemerintah Menjamin Revisi UU Anti Terorisme Tak Langgar HAM

Adapun Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian berharap UU Anti Terorisme yang direvisi memungkinkan adanya tindakan hukum terhadap berbagai perilaku yang mengarah pada aksi teror. 

"Dalam UU ini, kami menghendaki masalah pencegahan harus terakomodir supaya ada kegiatan yang betul-betul sistematis dan komprehensif untuk mencegah," kata Jenderal Tito di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Jakarta, Jumat kemarin.

Tito pun mengharapkan agar program rehabilitasi lebih disorot untuk mengatasi pihak-pihak yang sudah terpengaruh oleh pemikiran yang radikal. Dia pun menghendaki kriminalisasi terhadap sejumlah perbuatan awal terorisme.

Istilah perbuatan awal yang dimaksud Tito adalah sejumlah pelatihan militer yang kerap diadakan kelompok teroris sebelum melakukan aksi teror. Polisi selama ini tak bisa menangkap peserta kegiatan itu sebelum terbukti melakukan aksi teror.

Secara terpisah, Ketua Panitia Khusus RUU Anti Terorisme, Muhammad Syafii, menargetkan pembahasan aturan pemberantasan teroris itu bisa rampung tahun ini. "Tahun ini InsyaAllah bisa selesai," ujar Safii saat dikonfirmasi Tempo, kemarin.

YOHANES PASKALIS






Kata Watimpres Wiranto soal Usulan MPR Agar Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD

58 hari lalu

Kata Watimpres Wiranto soal Usulan MPR Agar Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD

Wiranto menyebut bahwa usulan MPR agar kepala daerah kembali dipilih oleh anggota DPRD masih sebatas usulan


MPR Ingin Pemilihan Gubernur Secara Langsung Dievaluasi

59 hari lalu

MPR Ingin Pemilihan Gubernur Secara Langsung Dievaluasi

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan MPR bersama Wantimpres sepakat bahwa sistem demokrasi pascareformasi perlu dikaji


Partai Mahasiswa Indonesia Berawal dari Perpecahan di BEM Nusantara

25 April 2022

Partai Mahasiswa Indonesia Berawal dari Perpecahan di BEM Nusantara

Partai Mahasiswa Indonesia berawal dari perpecahan di tubuh BEM Nusantara.


BEM Nusantara Klaim Pertemuan dengan Wiranto Bukan Upaya Pelemahan Mahasiswa

10 April 2022

BEM Nusantara Klaim Pertemuan dengan Wiranto Bukan Upaya Pelemahan Mahasiswa

"Jangan libatkan pertemuan kemarin sebagai upaya pelemahan gerakan mahasiswa," kata koordinator pulau Jawa BEM Nusantara Ahmad Marzuki


Sudah Ketemu Wiranto, BEM Nusantara Tak Larang Anggotanya Demo 11 April

9 April 2022

Sudah Ketemu Wiranto, BEM Nusantara Tak Larang Anggotanya Demo 11 April

Koordinator BEM Nusantara untuk Pulau Jawa, Ahmad Marzuki menyatakan organisasinya tidak melarang anggotanya untuk tetap menggelar demonstrasi pada 11 April 2022


Wiranto Temui Perwakilan BEM Nusantara, Pengamat: Ada yang Takut Didemo

9 April 2022

Wiranto Temui Perwakilan BEM Nusantara, Pengamat: Ada yang Takut Didemo

Pengamat menilai pemerintah seharusnya menjelaskan kepada para mahasiswa sebelum membuat keputusan yang tak pro rakyat.


BEM SI Mengaku Dapat Ancaman Jika Tetap Gelar Demo 11 April 2022

9 April 2022

BEM SI Mengaku Dapat Ancaman Jika Tetap Gelar Demo 11 April 2022

BEM SI mengaku mereka mendapat ancaman jika tetap menggelar demo pada Senin mendatang.


Wiranto Temui BEM Nusantara, Pakar Politik: Skenario Memecah Gerakan Mahasiswa

9 April 2022

Wiranto Temui BEM Nusantara, Pakar Politik: Skenario Memecah Gerakan Mahasiswa

Pertemuan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto dengan BEM Nusantara dianggap sebagai upaya penggembosan terhadap rencana aksi mahasiswa.


Wiranto Paparkan 4 Alasan Jokowi 3 Periode Sulit Terealisasi

8 April 2022

Wiranto Paparkan 4 Alasan Jokowi 3 Periode Sulit Terealisasi

Pernyataan ini disampaikan Wiranto usai bertemu mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Nusantara di Kantor Wantimpres.


Usai Bertemu Wiranto, BEM Nusantara Batal Ikut Demo Tolak Jokowi 3 Periode?

8 April 2022

Usai Bertemu Wiranto, BEM Nusantara Batal Ikut Demo Tolak Jokowi 3 Periode?

BEM Nusantara hari ini bertemu dengan Kepala Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto di Kantor Wantimpres, menjelang demo menolak Jokowi 3 Periode